Polisi Tewas, Empat Keluarga Meninggal di Tol Terpeka

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polisi Tewas, Empat Keluarga Meninggal di Tol Terpeka

Gambar atau konten salah?

Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), tepatnya di Kilometer 187+600 jalur A, Kabupaten Tulang Bawang. Peristiwa nahas itu berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa satu keluarga asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menabrak bagian belakang truk tronton yang berjalan di depannya.

Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh sopir yang mengantuk. Pengemudi Avanza bernomor polisi BG-1069-IH, Raden Muhammad Feriansyah (46), meninggal dunia di lokasi kejadian. Tubuhnya terjepit di dalam kendaraan yang ringsek parah akibat benturan keras. Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada faktor kelelahan pengemudi.

"Diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan yang dikemudikannya menabrak bagian belakang truk Hino trailer yang berada di depannya," ujar Ayu pada Minggu, 12 Juli 2026.

Mobil tersebut melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang. Setelah tabrakan, bagian depan Avanza hancur. Raden tewas seketika. Tiga penumpang lainnya—Intan, Yuniarti, dan Kopli Anwar—sempat dievakuasi dalam kondisi luka-luka. Namun, Intan dan Yuniarti meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kopli Anwar mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RS Yukum Medical Center.

Dari total lima orang di dalam mobil, hanya satu yang selamat: Azikra. Ia mengalami luka ringan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Ayu juga mengonfirmasi bahwa Raden Muhammad Feriansyah adalah anggota Polri aktif yang bertugas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Selatan. "Benar, satu orang korban merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di Ditpamobvit Polda Sumatera Selatan," katanya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kendaraan yang terlibat sudah dievakuasi dari lokasi.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk sangat berbahaya, terutama di jalan tol yang membutuhkan konsentrasi penuh. Satu keluarga kehilangan empat anggotanya dalam sekejap, hanya menyisakan satu korban selamat yang masih dalam pemulihan.

kecelakaan tolTol Trans Sumateramengantuktabrak trukkorban jiwakeluargaPolri

Komentar

Memuat komentar...