Prabowo Pencopot Dadan, Ganti Kepala BGN dengan Nanik Deyang
Gambar atau konten salah?
Sugiat Santoso, juru bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, menegaskan bahwa pencopotan Dadan Hindayana dan penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru adalah langkah konkret Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sugiat, perubahan pimpinan BGN juga merupakan bentuk keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi publik, khususnya kritik masyarakat terhadap pengelolaan MBG di bawah kepemimpinan Dadan.
“Pergantian kepemimpinan ini bukti pemerintahan Presiden Prabowo terbuka menerima berbagai masukan dan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program MBG,” kata Sugiat saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Dia menambahkan bahwa pencopotan Dadan merupakan upaya pemerintah memperbaiki sistem yang tidak berjalan maksimal. “Ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan sistem agar program dapat berjalan lebih baik,” ucapnya.
Wakil Rakyat dari Dapil Sumatra Utara III menekankan bahwa MBG adalah program strategis pemerintah yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Oleh karena itu, penyempurnaan tata kelola menjadi hal yang fundamental dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo,” ucapnya.
Sugiat juga mengingatkan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. “Program ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sekaligus menyiapkan kekuatan bangsa di masa depan,” katanya.
Selama masa kepemimpinan Prabowo, Dadan Hindayana telah dicopot dari posisi Kepala BGN. Selanjutnya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, Prabowo juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya.
Perubahan ini menandai langkah pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program MBG dan memperkuat sistem kesehatan gizi nasional, menunjukkan komitmen Presiden terhadap penyediaan gizi yang cukup bagi anak-anak Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
