Prabowo Rencanakan Pendidikan Gratis SD-PTN
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana untuk membuat pendidikan gratis, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi anggaran pendidikan untuk mewujudkan rencana tersebut.
Setiap tahun, anggaran pendidikan sudah ditetapkan sebesar 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini, anggaran pendidikan mencapai Rp 769 triliun. Angka itu naik menjadi Rp 820 triliun pada tahun depan.
Suahasil tidak mau menyebutkan secara pasti berapa banyak dana yang akan disiapkan untuk program pendidikan gratis berjenjang ini. Ia hanya mengatakan akan ada redesign atau perancangan ulang terhadap anggaran pendidikan.
"Kalau APBN kan selalu 20% untuk pendidikan. Jadi pertanyaannya selalu 20% anggaran pendidikan tuh, kayak tahun depan Rp 800 triliun lebih. Bagaimana mendesainnya? Berapa di pusat, berapa di daerah, berapa di KL ini, berapa di KL itu," ujar Suahasil setelah rapat tentang pendidikan gratis di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 September 2026.
"Ini diberi arahan, lakukan redesign. Tujuannya memperkuat kualitas pendidikan," lanjutnya.
Hingga tahun 2027, anggaran pendidikan masih mencakup kebutuhan besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program pendidikan gratis berjenjang jelas membutuhkan dana tambahan. Apakah ada kemungkinan anggaran MBG akan disesuaikan?
Suahasil enggan menjawab saat ditanya soal itu. Ia hanya mengatakan bahwa MBG saat ini juga diberikan kepada anak-anak sekolah. "MBG kan diberikan kepada anak sekolah juga," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan, Dasar, dan Menengah Abdul Muti mengatakan pemerintah akan memperkuat penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pendidikan dasar dan menengah.
Perlu diketahui, semua sekolah negeri saat ini sebenarnya sudah gratis, mulai dari jenjang TK hingga SMA.
"Selama ini, anak-anak atau murid yang belajar di sekolah dasar dan taman kanak-kanak, mulai tahun ini mendapatkan dana BOS untuk semua murid. Kemudian dana PIP untuk murid dari keluarga yang tidak mampu," kata Abdul Muti di lokasi yang sama.
"Dana BOS peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler," jelasnya.
Kuliah Gratis, Mungkinkah?
Untuk pendidikan tinggi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pihaknya masih menghitung-hitung kemungkinan pendidikan tinggi gratis. Hitungan itu terutama terkait analisis pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pendapatan kampus dari jalur mandiri.
"Tadi beberapa hitungan sudah kita lakukan. Beberapa analisis mulai dari pendapatan UKT yang ada saat ini, kemudian berapa pendapatan pada jalur mandiri, kemudian juga pendapatan lain-lainnya. Karena di perguruan tinggi negeri itu kadang-kadang pendapatan dari pascasarjana menyubsidi program sarjana," ungkap Brian, yang juga ikut dalam rapat yang sama.
Kementeriannya juga akan berkoordinasi erat dengan Kementerian Keuangan untuk mengukur kapasitas fiskal yang tersedia dari APBN.
"Itu kita lakukan. Selanjutnya, angka-angka yang tadi sudah kita hasilkan tentu juga akan kita diskusikan dengan opsi-opsi yang ada, kaitannya dengan ruang fiskal yang tersedia dari APBN kita," lanjut Brian.
Brian juga menyampaikan instruksi Prabowo untuk membentuk tim khusus yang dipimpin Kemenko PMK. Tim ini bertugas menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk pendidikan tinggi gratis.
"Harapannya, dalam waktu barangkali dua minggu sampai satu bulan, kita akan mendapatkan lagi hitungan-hitungan yang lebih rasional dan tahapan-tahapan yang lebih baik," pungkas Brian.
Rencana pendidikan gratis ini masih dalam tahap perhitungan dan perancangan ulang anggaran. Pemerintah masih harus mencari keseimbangan antara program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan, dana BOS dan PIP yang sudah ada, serta kebutuhan baru untuk pendidikan gratis dari SD hingga PTN. Tim khusus yang dibentuk diharapkan bisa memberikan angka yang lebih realistis dalam waktu dekat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
ADB Proyeksi Ekonomi RI 5,2%, Inflasi Naik ke 3,3%
DPR Desak OJK Tinjau Ulang Aturan PIP Perbankan
Luas KEK Indonesia Tertinggal Jauh dari Vietnam dan Malaysia
50 Ribu Buruh Akan Demo ke Istana Kamis Besok
1.212 Hektare Terbakar, 409 Penerbangan Terganggu Akibat Karhutla
Produktivitas Padi Petani Indramayu Naik 11 Ton per Hektare