Prabowo Siapkan Rencana APBN 2027: Defisit 1,80‑2,40% PDB

Wulan M. · 2 min baca · 22 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Prabowo Siapkan Rencana APBN 2027: Defisit 1,80‑2,40% PDB

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pada rapat paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana fiskal untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027. Rancangan ini memuat kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal yang akan menjadi dasar RAPBN.

Prabowo menegaskan bahwa defisit APBN tahun 2027 akan dipertahankan di antara 1,80% hingga 2,40% dari PDB. Ia menambahkan, “Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40% dari PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan memperkecil defisit ini.”

Untuk pendapatan negara, targetnya berada di 11,82% hingga 12,40% PDB. Sementara belanja negara direncanakan berada pada 13,62% sampai 14,80% PDB guna mendukung program prioritas dan vital.

Prabowo juga menyebutkan kebijakan moneter: suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok pada 6,5% hingga 7,3%. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan rentan di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500. Ia menekankan, “Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia.”

Asumsi dasar RAPBN untuk inflasi tahun depan tetap dijaga di 1,5% hingga 3,5%. Harga minyak mentah Indonesia ditargetkan antara US$ 70 hingga US$ 95 per barel. Lifting minyak bumi diharapkan 602.000–615.000 barel per hari, sedangkan lifting gas 934.000–977.000 barel setara gas bumi per hari.

Prabowo menutup pidatonya dengan keyakinan, “Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8% hingga 6,5% di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029.”

Rencana ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan fiskal, menjaga nilai tukar, dan memacu pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

APBN 2027Defisit fiskalSuku bunga SBNNilai tukar rupiahInflasiHarga minyak mentahPertumbuhan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...