Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam 2 Tahun

Fajar H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam 2 Tahun

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto memberikan tantangan langsung kepada tiga menterinya. Mereka diminta membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW). Targetnya? Realisasi dalam waktu dua tahun.

Tantangan ini disampaikan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. Peristiwa itu terjadi saat Peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 09 Juli 2026.

"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM, bisa? Aku tidak tanya 'laksanakan', bisa nggak? Iya, bisa lah ya," kata Prabowo kepada para menterinya.

Pembangunan PLTS ini, menurut Prabowo, adalah bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi. Indonesia, katanya, sudah menjadi perbincangan elite dunia soal pengurangan emisi karbon. Ia menyebut program B50 yang sudah berjalan menjadi salah satu alasannya.

"Kita dibicarakan di dunia, kenapa? Kita leading dalam apa? Dalam mengurangi emisi karbon. Mereka tahu kita punya program B50 tadi. Berapa emisi kita hemat? 44 juta ton CO2 ekuivalen. Kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya," ucap Prabowo.

Prabowo juga menyadari bahwa wacana ini mungkin akan diragukan banyak pihak. Ia bahkan memprediksi akan ada kritik dari para pakar. "Dan kita akan di-'kenyek'. Saya kasih tahu, siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang, 'mana mungkin?' Ya kan? Mana Mungkin?" ucapnya.

Menariknya, di tengah optimisme soal energi, Prabowo mengaku masih resah dengan satu hal lain. Ia belum puas meski Indonesia sudah bisa memproduksi BBM jenis baru B50. Sebab, Indonesia belum pernah lolos ke Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa (bikin) B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan ya," pungkasnya.

Target PLTS 100 GW dalam dua tahun adalah ambisi besar. Namun, Prabowo sendiri mengakui bahwa tantangan non-energi seperti sepak bola juga masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah berat. Ia secara terbuka menyebut kegagalan masuk Piala Dunia sebagai hal yang membuatnya gelisah, bahkan lebih dari sekadar urusan energi.

Prabowo SubiantoPLTS 100 GWtransisi energimenteriB50sepak bolaPiala Dunia

Komentar

Memuat komentar...