Jangan Masukkan Makanan Panas ke Kulkas

Hari W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jangan Masukkan Makanan Panas ke Kulkas

Gambar atau konten salah?

Banyak dari kita punya kebiasaan langsung memasukkan makanan panas ke dalam kulkas. Alasannya, biar lebih praktis atau cepat dingin. Tapi ternyata, kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Bukan cuma soal kualitas makanan, tapi juga keamanan dan kerja kulkas itu sendiri.

Makanan yang masih panas bisa membuat kulkas bekerja lebih keras. Suhu di dalamnya harus turun drastis, dan itu butuh energi ekstra. Selain itu, kualitas nutrisi makanan juga bisa menurun. Jadi, sebaiknya makanan didinginkan dulu sampai suhu ruang sebelum masuk kulkas.

Ahli gizi asal Bengaluru, India, dr Anju Sood, menjelaskan hal ini. "Namun, makanan yang masih hangat suam-suam kuku masih boleh disimpan di kulkas. Setidaknya tunggulah hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas," ujar Sood.

Pendapat serupa datang dari Meher Rajput, ahli gizi FITPASS. Ia menekankan, makanan yang masih mendidih jangan langsung dimasukkan ke kulkas. "Jika makanan yang masih mendidih langsung dimasukkan ke dalam kulkas, bakteri Salmonella dapat lebih mudah mencemari makanan. Selain itu, makanan yang masih panas juga berisiko meningkatkan suhu di dalam kulkas sehingga bahan makanan lain yang mudah rusak, seperti telur, sayuran, dan daging, lebih rentan terkontaminasi," jelas Rajput.

Jadi, intinya sederhana. Dinginkan dulu. Tapi jangan terlalu lama.

Jangan Biarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Meski tidak boleh langsung masuk kulkas, makanan juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Ada batas waktunya. Ahli gizi Shalini Manglani mengingatkan, makanan sebaiknya segera disimpan setelah cukup dingin. Jangan lebih dari dua jam.

"Makanan panas sebaiknya tidak dibiarkan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam karena setelah itu bakteri mulai berkembang biak," kata Manglani.

Dua jam adalah patokan aman. Setelah itu, risiko pertumbuhan bakteri meningkat. Makanan bisa cepat basi atau malah berbahaya jika dikonsumsi.

Pilih Wadah Penyimpanan yang Tepat

Konsultan gizi dr Rupali Datta punya saran lain. Ia menyarankan agar makanan dibagi ke dalam beberapa porsi kecil. Dengan begitu, makanan lebih cepat dingin dan bisa segera disimpan di kulkas. Datta juga menekankan pentingnya wadah yang tepat.

Gunakan wadah kedap udara atau bungkus yang rapat. Fungsinya untuk menjaga kelembapan makanan, mencegah bau bercampur dengan makanan lain, dan mengurangi risiko kontaminasi bakteri. "Jika menyimpan makanan matang, lakukan dalam waktu dua jam setelah dimasak," ujar Datta.

Kantha Shelke, dosen senior regulasi keamanan pangan di Johns Hopkins University, merekomendasikan wadah kaca. Khususnya kaca tempered. Alasannya, kaca tidak mudah menyerap bau atau noda. Selain itu, aman digunakan kembali di oven maupun microwave.

"Sisakan ruang di bagian atas agar cairan dapat mengembang saat membeku, bukan justru membuat wadah pecah," ujar Shelke.

Namun, ada satu peringatan penting. Makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke wadah plastik. Wadah plastik yang terkena panas berisiko melepaskan bahan kimia seperti BPA, ftalat, dan kemungkinan PFAS. Risiko ini lebih besar jika wadah sudah mengalami kerusakan akibat penggunaan berulang.

Apapun jenis wadah yang digunakan, pastikan memiliki label freezer-safe jika akan disimpan di freezer.

Bagaimana dengan Freezer?

Apakah makanan panas boleh langsung dimasukkan ke freezer? Idealnya tidak. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), semakin cepat makanan membeku setelah didinginkan, semakin kecil kristal es yang terbentuk.

Kristal es yang kecil ini penting. Ia membantu menjaga tekstur makanan saat dicairkan kembali. Daging dan makanan laut akan tetap lebih berair. Buah serta sayuran tidak mudah hancur. Sementara makanan bertekstur krim atau keju lebih kecil kemungkinannya terpisah.

Karena itu, makanan yang akan disimpan di freezer sebaiknya didinginkan terlebih dahulu. Bisa menggunakan air es atau dimasukkan ke kulkas dulu sebelum dipindahkan ke freezer.

Untuk makanan berkuah atau cair, sisakan ruang kosong di bagian atas wadah. Cairan butuh ruang untuk mengembang ketika membeku. Jika tidak, wadah bisa pecah. Untuk makanan padat, sisakan ruang sekitar 1 cm agar wadah tetap dapat tertutup rapat.

Saat Kulkas Penuh Sisa Makanan

Pernahkah Anda punya banyak makanan sisa? Misalnya setelah acara keluarga atau hari raya. Sarah Peavitt menyarankan agar isi kulkas dirapikan terlebih dahulu sebelum menyimpan makanan baru.

Menurutnya, tidak semua makanan harus disimpan di kulkas. Beberapa contoh yang sering disimpan di kulkas padahal tidak selalu memerlukannya adalah acar dalam botol yang belum dibuka, saus tomat, beberapa jenis buah dan beri, serta selai kacang.

Pada akhirnya, kebiasaan menyimpan makanan yang benar bukan hanya soal menjaga kualitas. Ini juga soal keamanan pangan dan efisiensi energi. Mendinginkan makanan sebelum masuk kulkas, memilih wadah yang tepat, dan tidak menunggu terlalu lama adalah langkah-langkah sederhana yang berdampak besar. Semua informasi ini berasal dari para ahli dan lembaga resmi, bukan sekadar mitos belaka.

makanan panaskulkaspendinginankeamanan panganbakteriwadah penyimpananefisiensi energi

Komentar

Memuat komentar...