Prabowo Targetkan B60 Setelah B50 Diluncurkan

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Targetkan B60 Setelah B50 Diluncurkan

Gambar atau konten salah?

Indonesia baru saja meluncurkan program biodiesel B50. Presiden Prabowo langsung memberikan tantangan kepada timnya untuk segera beralih ke B60.

"Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Ya, teruskan jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60, bulan apa B60?" kata Prabowo saat berada di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 09 Juli 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jawaban singkat. Program B60 ditargetkan bisa terealisasi pada tahun 2028. "2028," jawab Bahlil.

B50 merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel yang sudah berjalan sebelumnya. Sebelumnya, Indonesia sudah menerapkan B20, B30, B35, hingga B40. Angka di belakang huruf "B" menunjukkan persentase kandungan biodiesel dalam campuran bahan bakar solar.

Secara teknis, B50 adalah campuran yang terdiri dari 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar konvensional. FAME sendiri berasal dari pengolahan minyak kelapa sawit. Semakin tinggi angka di belakang huruf B, semakin besar pula kandungan biodieselnya.

Kebijakan ini resmi berlaku secara nasional sejak 01 Juli 2026. Dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar sebesar 50 persen. Meskipun aturan sudah berlaku sejak awal Juli, peresmian secara simbolis oleh Presiden baru dilakukan pada 09 Juli 2026.

Pemerintah memberikan masa transisi hingga 30 September 2026. Tujuannya agar badan usaha bahan bakar minyak (BBM) bisa menghabiskan stok B40 yang masih beredar. Setelah itu, seluruh SPBU di Indonesia akan menjual B50 secara penuh mulai 01 Oktober 2026.

Sejauh ini, PT Pertamina Patra Niaga sudah menyalurkan biodiesel B50 untuk tahap awal sebanyak 37,92 juta liter ke berbagai wilayah di Indonesia. B50 disalurkan melalui 29 dari 126 terminal Pertamina yang ada. Perusahaan juga sudah menyiapkan infrastruktur penyaluran B50, mulai dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) hingga lembaga penyalur seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak Solar (APMS).

Implementasi B50 diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang cukup besar. Pada tahun 2025, program B40 berhasil menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun. Melalui Mandatori B50 pada tahun 2026, penghematan devisa diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp 170 triliun.

Selain itu, B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah CPO dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun. Program ini juga diperkirakan bisa menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Dari sisi lingkungan, B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂ pada tahun 2026.

Program biodiesel ini menunjukkan langkah Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan target B60 pada 2028, pemerintah terus mendorong penggunaan energi terbarukan dari kelapa sawit. Dampak ekonominya pun cukup terlihat, terutama dari penghematan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

B50B60biodieselPrabowoFAMEpenghematan devisatenaga kerja

Komentar

Memuat komentar...