Prediksi BMKG: Puncak Kemarau 2026 di Agustus, 61% Wilayah
Gambar atau konten salah?
Cuaca panas mulai terasa di banyak wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah merilis prediksi musim kemarau 2026, termasuk kapan puncak kemarau diperkirakan terjadi.
Menurut BMKG, awal musim kemarau 2026 di Indonesia berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah. Pulau Jawa diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada 01 April 2026 hingga 01 Mei 2026, sementara beberapa wilayah lain baru mengalaminya pada 01 Mei 2026 sampai 01 Agustus 2026.
Berikut penjelasan lengkapnya: berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada 01 Agustus 2026. BMKG menyebut bahwa sekitar 61,4 % wilayah Indonesia, atau sebanyak 429 Zona Musim (ZOM), akan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut.
Sementara itu:
12,6 % wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau pada 01 Juli 2026.
14,3 % wilayah lainnya diperkirakan mencapai puncak kemarau pada 01 September 2026.
Artinya, Agustus menjadi periode dengan kondisi cuaca paling kering di sebagian besar Tanah Air.
Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau Agustus 2026
Memasuki Agustus 2026, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau diprediksi meluas secara signifikan. BMKG memperkirakan kondisi kering akan mendominasi:
- Sumatera bagian tengah dan selatan
- Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian besar Sulawesi
- Bali dan Nusa Tenggara
- Sebagian Maluku
- Sebagian wilayah Papua
Kondisi tersebut diperkirakan membuat cuaca terasa lebih panas dan kering dibanding biasanya.
Jawa diprediksi mengalami kemarau lebih panjang
BMKG juga memprediksi durasi musim kemarau di Pulau Jawa umumnya akan lebih panjang dibanding kondisi normal periode 1991‑2020. Meski demikian, beberapa wilayah di Jawa bagian timur diperkirakan memiliki durasi kemarau yang sama atau lebih pendek dari biasanya. Sementara di Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan timur, serta beberapa wilayah Sulawesi, durasi musim kemarau diprediksi lebih pendek atau normal.
Kemarau 2026 diprediksi lebih kering
Selain soal durasi, BMKG mengungkap sifat musim kemarau 2026 secara umum diperkirakan berada di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Tercatat sekitar:
- 64,5 % wilayah atau 451 ZOM diprediksi mengalami kemarau lebih kering
- 35,1 % wilayah bersifat normal
- Hanya 0,4 % wilayah yang diperkirakan lebih basah dari normal
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah, terutama wilayah yang bergantung pada curah hujan untuk kebutuhan pertanian dan air bersih.
Puncak kemarau September 2026 terjadi di wilayah ini
Meski sebagian besar wilayah mengalami puncak kemarau pada Agustus, beberapa daerah diperkirakan baru mencapai puncak musim kering pada 01 September 2026. Wilayah tersebut meliputi:
- Sebagian Lampung
- Sebagian kecil Pulau Jawa
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sulawesi bagian utara dan timur
- Sebagian besar Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Sebagian kecil Papua
Dampak musim kemarau yang perlu diwaspadai
Musim kemarau panjang dan lebih kering dapat menimbulkan sejumlah dampak, seperti:
- Kekurangan air bersih
- Penurunan hasil pertanian
- Kebakaran hutan dan lahan
- Cuaca panas ekstrem
- Gangguan kesehatan akibat dehidrasi
Karena itu, masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air dan mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Tips menghadapi musim kemarau 2026
Agar tetap nyaman dan sehat selama musim kemarau, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Perbanyak minum air putih
- Gunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan
- Kurangi pembakaran sampah
- Simpan cadangan air bersih
- Pantau informasi cuaca terbaru dari BMKG
Demikian penjelasan mengenai prediksi musim kemarau 2026 di Indonesia dan kapan puncaknya menurut BMKG. Informasi ini dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau tahun depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Starmer Mundur, Inggris Siap Ganti PM Ketujuh dalam 10 Tahun
Menteri PPA Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan
Kakek Sukabumi Hidup 20 Tahun Tanpa Bayar Listrik
Eceng Gondok dan Sampah Cemari Waduk Jangari
Jalanan Putih di Bandung Barat Bukan Salju, Tapi Debu Kapur
1.015 Sekolah Swasta Jabar Akui Siap Tampung Siswa Gagal Masuk Negeri
Berita Terbaru
Starmer Mundur, Inggris Siap Ganti PM Ketujuh dalam 10 Tahun
Donnie Sibarani Panggung di Ultah ke-386 Amlapura
Mahasiswa HKBP Nommensen Robohkan Pagar DPRD Sumut
Nganjuk Dikepung Sesar Aktif: Segmen Pandan 18 Km Melintasi Tiga Kecamatan
Atlet Jakarta Raih Emas SEA Games, Dapat Penghargaan di HUT ke-499
Paqueta Peringatkan Lawan: Vini Jr di Puncak Performa
Stimulus Rp26,34 Triliun: Bantuan Beras, Diskon Tiket, dan Magang