Pria 25 Tahun di AS Bayar Rp2,36 Miliar Operasi Peninggi Badan
Gambar atau konten salah?
Aaron Trinh, seorang pria berusia 25 tahun, menghabiskan 140 ribu dolar (sekitar Rp 2,36 miliar) untuk operasi peninggi badan di Amerika Serikat. Meskipun tinggi rata-rata pria di AS adalah 68,9 inci (175 cm), Aaron hanya 5 inci 6 inci (167,6 cm) dan merasa kurang percaya diri.
Ia mengaku selalu merasa “menonjol” secara negatif karena tinggi badan. “Saya hanya harus menghilangkan pikiran ini dari kepala saya,” kata Aaron pada 20 Februari 2026.
Operasi pemanjangan kaki, yang dulu dipakai untuk korban trauma dan kelainan bentuk, kini dianggap sebagai prosedur kosmetik. Prosedur tersebut memecah tulang kaki, menempatkan alat logam, lalu meregangkannya sekitar satu milimeter per hari sampai tinggi tambahan tercapai.
Ayah Aaron, Tan, memahami perjuangannya dan menanggung biaya tersebut pada Mei 2025. “Ini semacam stigma, dan saya merasa sangat sedih,” ujarnya.
Walau tinggal di Houston, Aaron pindah ke hotel dekat klinik di Florida untuk menjalani operasi. Klinik tersebut mewajibkan pasien tinggal di sekitar lokasi dan melakukan kontrol rutin selama berbulan-bulan pemulihan.
Dr. Dror Paley, pemilik klinik, telah melakukan 155 operasi peninggi badan. Ia menegaskan pentingnya menolak proses peregangan berlebihan yang dapat mengakibatkan hilang fungsi. “Mereka mendorong agar proses peregangan terus dilakukan meski berisiko kehilangan fungsi. Dokter harus tegas menolak itu,” jelasnya.
Aaron menemukan komunitas daring yang berbagi pengalaman tentang nyeri saraf dan efek samping. Lima bulan setelah operasi, ia masih menggunakan kruk dan khawatir mati rasa pada tulang keringnya bisa bersifat permanen.
Hasilnya, Aaron menambah tinggi tiga inci (7,6 cm) menjadi 5 inci 9 inci (175,3 cm). “Sekarang saya benar-benar rata-rata, seperti yang saya butuhkan. Rasanya menyenangkan,” ia berbagi.
Ringkasan: Aaron Trinh, yang awalnya tidak percaya diri karena tinggi badan 167,6 cm, menghabiskan Rp 2,36 miliar untuk operasi peninggi badan di Florida. Ia menambah tinggi hingga 175,3 cm dan kini merasa lebih nyaman, meski masih mengalami beberapa komplikasi pasca operasi. Dr. Dror Paley, pemilik klinik, menekankan pentingnya prosedur aman dan menolak tekanan untuk memperpanjang proses. Komunitas daring membantu pasien mengelola efek samping dan pemulihan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luhut Akui Program Makan Gratis Terlalu Tergesa-gesa
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
15,6% Warga Malaysia Mengidap Diabetes, Banyak Tak Sadar
Menkes Peringatkan: 4 Sendok Kecap Manis Bisa Lampaui Batas Garam Harian
5 Makanan Sarapan yang Justru Berbahaya, Kata Ahli Gizi
Satu dari Enam Warga Malaysia Kena Diabetes, Obesitas Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
