Pria Malaysia Harga Nasi & Tauge Rp 38.000 di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Seorang pria asal Malaysia bernama Hamdzaini mengaku terkejut ketika harga seporsi nasi dan tauge di sebuah tempat makan di Jakarta mencapai Rp 38.000. Ia hanya mengira makanan sederhana itu akan dibanderol antara Rp 17.500 hingga Rp 21.000.
Ketika memeriksa struk pembayaran, terungkap rincian harga: nasi putih satu porsi Rp 9.800, setengah porsi tambahan Rp 5.200, dan sayur satu jenis Rp 23.000. Tambahan pajak layanan 6 % sebesar Rp 2.100. Yang paling membuatnya kaget adalah harga tauge yang mencapai RM 6,60 atau sekitar Rp 23.000 hanya untuk satu sendok.
“Saya baru tahu harganya setelah mengambil makanan dan sampai di kasir,” kata Hamdzaini. Ia menambahkan bahwa tidak ada daftar harga yang terpampang di tempat makan tersebut.
Menurutnya, harga tersebut tidak sebanding dengan apa yang didapat. “Rasanya tidak sepadan dengan harganya. Saya benar-benar kaget karena tidak menyangka sama sekali,” ujarnya.
Tempat makan itu bukan restoran mewah, melainkan lokasi biasa. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Hamdzaini biasanya hanya mengeluarkan sekitar Rp 21.000 hingga Rp 26.000 untuk menu serupa. Saat itu, ia sengaja memilih tauge karena sedang menjalani diet dan ingin makan lebih ringan.
“Saya sudah makan protein di pagi hari, jadi siang ini pilih yang ringan saja. Meski begitu, saya tetap lanjut diet karena ada acara yang akan datang,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah ia sempat mengajukan komplain, Hamdzaini mengaku tidak melakukannya dan memilih langsung membayar karena lapar.
Kejaian ini viral setelah dibagikan lewat Thread. Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang ikut terkejut dengan harga tauge yang dinilai terlalu mahal.
“Mahal banget pakai sayur doang harganya segitu, di tempat lain udah ada satu protein,” tulis netizen.
“Udah ditahap Rp 38.000 cuma dapet tauge,” tulis netizen lainnya keheranan.
Dengan harga yang tampak tidak proporsional, kejadian ini menyoroti ketidakterbukaan harga di beberapa tempat makan. Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya transparansi harga, terutama bagi konsumen yang ingin mengontrol pengeluaran harian. Penerapan daftar harga yang jelas dapat membantu menghindari kejutan tak terduga saat pembayaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
One Satrio Jadi Destinasi Kuliner Jakarta Selatan Penuh
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Berita Terbaru
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Ronaldo Usia 41 Tahun Siap Menjuarai Piala Dunia 2026
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
PHK Januari-April 2026: Jawa Barat Terbanyak, 5.044 Orang
