Pria Toraja Meninggal Akibat Rabies Setelah Abaikan Gigitan Anjing

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pria Toraja Meninggal Akibat Rabies Setelah Abaikan Gigitan Anjing

Gambar atau konten salah?

Seorang pria di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah terinfeksi rabies. Isak Semi (33) digigit anjing liar yang ia pelihara pada bulan April lalu. Namun, ia tidak segera mencari pengobatan setelah kejadian itu.

Korban akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Elim Rantepao pada Sabtu, 04 Juli 2026. Pemeriksaan laboratorium di rumah sakit memastikan bahwa ia positif rabies.

"Dia terinfeksi rabies karena digigit anjing peliharaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Remen Taula'bi, pada Minggu, 05 Juli 2026.

Menurut Remen, korban memungut seekor anak anjing di jalan pada April lalu. Saat ia memberi makan hewan itu, anjing tersebut justru menggigitnya.

"Dia digigit anjing pada bulan April. Anjing yang gigit dia ini ditemukan di jalan. Dia kasih makan ini anjing dan anjing ini menggigit korban. Setelah menggigit korban, anjing ini mati," jelasnya.

Setelah digigit, Isak tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Baru dua pekan kemudian, istrinya mengetahui kejadian itu dan mendesak suaminya untuk pergi ke rumah sakit.

"(Korban) Dianjurkanlah ke rumah sakit tapi tidak pergi. Nanti tanggal 3 Juli baru ke puskesmas. Jadi tidak ada info ke puskesmas bahwa ada gigitan sebelumnya," kata Remen.

Kondisi kesehatan korban tidak kunjung membaik. Keluarga kemudian membawanya ke Rumah Sakit Elim. Di sanalah terungkap bahwa ia terinfeksi rabies. Isak meninggal pada hari yang sama saat ia dibawa ke rumah sakit.

"Pada hari itu juga dibawa ke Elim dan keadaan semakin memburuk. Dan disitulah baru diketahui kalau dia rabies. Gejalanya gelisah, sudah tidak bisa menelan, tidak bisa minum air," jelas Remen.

Menanggapi kasus ini, Dinas Kesehatan Toraja Utara akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah pencegahan. Warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit jika digigit hewan yang berpotensi menularkan rabies.

"Bilamana terkena gigitan binatang yang berpotensi rabies langsung bilas pakai air mengalir dan pakai sabun, kalau perlu disikat. Setelah itu ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies dan kepala penggigit hewan dipotong lalu dibawa ke dinas peternakan," pungkas Remen.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya penanganan cepat setelah gigitan hewan. Korban menunda pengobatan selama hampir tiga bulan sejak digigit, dan baru melapor ke puskesmas saat gejala sudah parah. Padahal, rabies bisa dicegah jika vaksin anti-rabies diberikan segera setelah gigitan terjadi. Anjing yang menggigit korban juga mati setelah kejadian itu, yang menjadi tanda bahaya yang tidak direspons korban dengan mencari pertolongan medis.

rabiesanjing liargigitanToraja Utarapencegahanvaksin anti rabieskematian

Komentar

Memuat komentar...