Puasa Asyura 2026: Jadwal Berbeda Pemerintah Muhammadiyah NU
Gambar atau konten salah?
Puasa di bulan Muharram menjadi salah satu amalan sunnah yang dilaksanakan umat Islam di awal tahun Hijriah. Selain memiliki keutamaan besar, puasa di bulan ini memberi kesempatan untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Muharram dianggap paling utama setelah puasa Ramadhan. Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim menyatakan: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ (HR Muslim nomor 1163, dari Abu Hurairah).
Hadits tersebut menegaskan bahwa puasa pada bulan Muharram adalah ibadah yang paling utama setelah Ramadhan. Sementara shalat malam dianggap paling utama setelah shalat wajib.
Di Indonesia, penetapan awal Muharram tidak seragam. Pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan sistem kalender yang berbeda. Perbedaan ini memengaruhi jadwal puasa Tasu'a (9 Muharram), Asyura (10 Muharram), dan 11 Muharram.
Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI menetapkan 9 Muharram 1448 H pada Rabu, 24 Juni 2026, 10 Muharram 1448 H pada Kamis, 25 Juni 2026, dan 11 Muharram 1448 H pada Jumat, 26 Juni 2026. Penetapan ini selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah.
Dengan demikian, jadwal puasa Tasu'a dan Asyura bagi pemerintah dan Muhammadiyah berlangsung pada tanggal yang sama. Berikut jadwalnya:
- Puasa 1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026
- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026
Di sisi lain, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026 melalui Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026. Karena perbedaan satu hari, jadwal puasa Tasu'a dan Asyura bagi anggota NU bergeser satu hari ke depan:
- Puasa 1 Muharram 1448 H: Rabu, 17 Juni 2026
- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026
- Puasa 11 Muharram 1448 H: Sabtu, 27 Juni 2026
Hukum dan dalil masing-masing puasa di bulan Muharram dapat dilihat melalui beberapa hadits. Pertama, puasa 9 Muharram (Tasu'a). Para ulama sepakat bahwa puasa ini bersifat sunnah. Imam Nawawi dalam Al-Majmu' (6/383) menegaskan kesepakatan ulama mengenai kesunnahan puasa Tasu'a. Anjuran puasa Tasu'a didasarkan pada hadits Abdullah bin Abbas RA berikut:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ. قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ (HR Imam Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah menegaskan puasa Tasu'a pada hari ke‑sembilan, dan bahwa puasa tersebut tidak diwajibkan. Selanjutnya, puasa 10 Muharram (Asyura) juga bersifat sunnah muakkadah. Dalil kesunnahan Asyura terdapat dalam hadits Humaid bin Abdurrahman yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبِ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ، وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa puasa Asyura tidak wajib, namun dianjurkan. Rasulullah sendiri berpuasa pada hari tersebut dan mendorong umatnya untuk ikut berpuasa.
Puasa 11 Muharram juga dianjurkan oleh para ulama. Hukum puasa ini bersifat sunnah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al‑Haïtami dalam Al‑Minhaj Al‑Qawim. Anjuran puasa pada 11 Muharram didasarkan pada hadits Abdullah bin Abbas RA:
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا (HR Ahmad)
Hadits ini menyarankan umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura serta menambahkan puasa sehari sebelumnya (9 Muharram) atau sehari sesudahnya (11 Muharram). Tujuannya memisahkan praktik umat Islam dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.
Jadwal puasa Muharram 2026 untuk pemerintah, Muhammadiyah, dan NU telah dijabarkan lengkap, bersama dengan dalil dan hukum masing-masing puasa. Dengan memahami perbedaan penetapan awal Muharram, umat dapat menyesuaikan ibadahnya sesuai panduan masing‑masing lembaga.
Informasi ini memberi gambaran tentang bagaimana kalender hijriah di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan organisasi keagamaan. Perbedaan satu hari dalam penetapan awal Muharram menimbulkan pergeseran jadwal puasa, namun esensi ibadah tetap sama: menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tasu'a & Asyura 2026: Jadwal Puasa di Indonesia & NU
Sulsel Kooperatif Saat Kejaksaan Geledah Dinas Pendidikan
Pria 64 Tahun Tewas di Wisma Mamuju, Penyebab Masih Diduga
167 Mahasantri Gowa Lulusan UIN Makassar, 136 Cumlaude
Gubernur Anwar Hafid Telusuri Barak Korban Gempa Sigi
Rosario 17 Juni 2026: Fokus Peristiwa Mulia dan Doa Maria
Berita Terbaru
Puasa Asyura 2026: Jadwal Berbeda Pemerintah Muhammadiyah NU
SPPG Sumolawang 1 Ditangguhkan, 2.423 Tidak Terima MBG
Luka Modric Kembali ke Real Madrid, Apakah Peran Baru?
Bapemperda DPRD Bandung Bahas Raperda Bantuan Hukum Miskin
Surabaya Siapkan 2.081 Personel Keamanan HUT 99 Persebaya
Jawa Timur Tanda Tangani LoI Vokasi dengan HGI Shanghai
Pengawasan Kesehatan Siap Dukung Piala Dunia 2026 di 3 Negara
Messi Cetak Tiga Gol, Pasca Rekor Klose di Piala Dunia 2026
Mendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran 40,75 Triliun 2027
Beruang Madu Terdeteksi di Perkebunan Wonosobo, Lampung
