Jawa Timur Tanda Tangani LoI Vokasi dengan HGI Shanghai

Yanto K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jawa Timur Tanda Tangani LoI Vokasi dengan HGI Shanghai

Gambar atau konten salah?

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus menegaskan komitmennya pada pendidikan vokasi, khususnya di bidang pengembangan talenta digital. Langkah konkret terlihat lewat penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Dindik dan HGI Research Centre, anak perusahaan BOKE Eletronik, pada tanggal 11 Juni 2026 di Shanghai, China.

Aries Agung Paewai, kepala Dindik, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada program-program konkret: integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta pertukaran dan kolaborasi internasional.

Penandatanganan LoI berlangsung seiring kunjungan resmi delegasi Dindik ke Shanghai, Tiongkok, yang berlangsung dari 8 hingga 12 Juni 2026. Selama perjalanan tersebut, delegasi melakukan diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama HGI Research Centre. Mereka juga mengunjungi beberapa institusi pendidikan vokasi di Shanghai.

Menurut Aries, industri digital kini menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan: "Melalui kolaborasi dengan HGI Research centre dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional," kata Aries dalam keterangannya, Rabu (17 Juni 2026).

Selama kunjungan, Aries menyoroti diskusi mendalam antara Dindik dan HGI Research Centre mengenai integrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikulum bersama, serta sertifikasi keterampilan vokasi internasional.

Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah konsep 'Chinese+Class Skill', model pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional dalam konteks industri nyata. Aries menjelaskan: "Pendekatan ini merupakan pembelajaran bahasa yang dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya," dia tambah. Dengan begitu, murid tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.

Aries juga menyebut, dalam kunjungannya ke Shanghai, berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif juga digagas bersama.

Menurutnya, BOKE Eletronik selama ini telah menjalin berbagai kerja sama pendidikan dengan pemerintah di Tiongkok. Melalui jaringan tersebut, perusahaan mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjajaki kolaborasi pendidikan vokasi yang lebih luas. Ia berkata: "Kami diundang langsung untuk melihat model pendidikan vokasi yang mereka kembangkan. Seluruh kunjungan juga difasilitasi oleh pihak BOKE. Mereka berharap kerja sama ini dapat segera diimplementasikan, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru dan murid di bidang digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai program vokasi lainnya," ungkap Aries.

Delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College. Anggota delegasi melihat secara langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi dan produksi gim, media digital, penerapan kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan budaya.

Wang Chen, Wakil Presiden HGI Research Centre, menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan alat atau teknologi tertentu. Ia berkata: "Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia," jelas Wang Chen.

Melalui kolaborasi ini, Dindik dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan yang relevan, wawasan global, dan pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Dengan semangat yang sama untuk mendorong inovasi pendidikan, kedua pihak optimistis kerja sama ini akan turut mempersiapkan talenta-talenta masa depan yang mampu bersaing dan berkontribusi di era ekonomi digital.

Kesempatan ini menandai langkah penting bagi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri global, dan membuka pintu bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi digital serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Dengan dukungan dari mitra internasional dan fokus pada teknologi terkini, harapan besar terletak pada peningkatan kualitas tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa TimurHGI Research CentrePendidikan VokasiTalenta DigitalLetter of IntentKolaborasi Industri dan PendidikanKecerdasan BuatanEkosistem Industri Kreatif

Komentar

Memuat komentar...