Pupuk Nasional Aman, Indonesia Ekspor ke Australia dan India
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 13 Mei 2026 – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa persediaan pupuk nasional tetap aman. Ia menegaskan bahwa pupuk Indonesia tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diperdagangkan ke luar negeri.
Di ruang gudang Bulog Pergudangan Bumi Maspion Romokalosari Gresik, Amran menyatakan, “Kemudian masalah global pupuk. Pupuk kita bukan cukup, tapi ekspor. Lusa kami akan lepas ekspor ke Australia. Perdana Menteri Australia meminta dan berterima kasih menelepon langsung Bapak Presiden.” Ia menambahkan, “Dua tiga minggu lalu kalau tidak salah, meminta terima kasih atas bantuan Indonesia, kita menjual pupuk.”
Selain Australia, Amran mengingatkan bahwa negara lain, seperti India, juga meminta bantuan ekspor pupuk. Ia memutar kembali, “Kemudian saya ditelepon langsung Dubes India meminta 500.000 ton pupuk urea.” Ia menekankan bahwa meski terjadi guncangan pangan dan produksi global, Indonesia tetap stabil.
Amran juga mengungkapkan tren harga pupuk di Indonesia. Ia mengatakan, “Bahkan, Amran mengatakan harga pupuk di Indonesia cenderung turun selama ketidakpastian global saat ini. Turunnya bahkan hingga 20%.” Ia menambahkan, “Ada yang lebih menarik di saat pupuk langka di tingkat dunia, Indonesia menurunkan harga 20 persen dan itu tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Saya ulangi, bukan naik tapi menurunkan, itulah hebatnya presiden kita.”
Selanjutnya, ia menyoroti kebijakan energi. Ia menyampaikan, “Dan satu hal lagi baru saja saya bicara dengan Menteri ESDM energi kita BBM subsidi tidak naik. Jadi pupuk turun, harga pupuk turun, BBM tidak naik.” Ia menegaskan bahwa harga relatif stabil, meski ada kenaikan di beberapa wilayah akibat transportasi. Ia menekankan tantangan distribusi di negara kepulauan dengan 17 ribu pulau.
Amran menegaskan kembali bahwa stok pangan Indonesia sangat melimpah di tengah ketidakpastian global. Ia menekankan, “Di saat krisis pangan global maupun energi, Indonesia sekarang surplus pangan, khususnya beras.” Ia menjelaskan bahwa istilah “pangan” sering disamakan dengan beras, namun di pedesaan, satu biji telur bisa lebih bernilai daripada nasi, sedangkan di kota, nasi hanya sekitar 70–80% dari total konsumsi.
Dengan demikian, Menteri Pertanian menegaskan bahwa kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada ketahanan pangan selama satu setengah tahun, telah menghasilkan surplus beras dan stabilitas harga pupuk serta energi. Keberhasilan ini menandai langkah penting dalam menjaga keamanan pangan nasional di tengah dinamika pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
