Purbaya Ramai IHSG 28.000 2029-2030, BEI Buka Diskusi
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan proyeksi indeks pasar saham Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), akan melonjak hingga 28.000 pada tahun 2029-2030. Proyeksi ini menimbulkan reaksi beragam, termasuk komentar dari pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026, Penjabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan, “Kami di Bursa tentu tidak memproyeksikan angka, tidak berusaha mencapai angka tertentu, tapi kalau optimismenya sama. Bursa ke depan pasti akan jauh lebih besar daripada bursa hari ini. Kalau itu keyakinan kami sama.”
Jeffrey menekankan bahwa prediksi Purbaya tidak bersifat mustahil. Ia mengutip data historis IHSG, yang pernah mengalami pertumbuhan berlipat-lipat dalam periode yang sama. “Pak Purbaya kan menggunakan referensi beberapa periode dulu, di mana bursa atau IHSG itu juga bisa bertumbuh berlipat-lipat dalam periode kurun waktu yang sama. Jadi bukan mustahil,” jelasnya.
Purbaya sendiri menjelaskan alasan optimisme tersebut. Pada acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin, 27 April 2026, ia berkata, “Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali. Let’s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali, bisa lah 28 ribu paling sial. Mereka bilang, itu Purbaya gila.”
Data pasar pada hari itu menunjukkan IHSG menutup dengan kenaikan tipis 0,22%, mencapai 6.971,95. Pada awal sesi, indeks menguat lebih dari 1% hingga 7.069,69. Volume perdagangan mencapai 60,31 miliar dengan nilai transaksi Rp 21,17 triliun. Jumlah transaksi saham sepanjang hari mencapai 2.441.864 kali.
Proyeksi Purbaya menimbulkan perdebatan antara optimisme dan skeptisisme. Namun, data historis IHSG dan pertumbuhan ekonomi yang terus didorong oleh kebijakan pemerintah memberikan dasar bagi pandangan bahwa kenaikan signifikan tidak sepenuhnya mustahil. Dengan dinamika pasar yang terus berubah, investor diharapkan tetap waspada dan memahami risiko serta potensi keuntungan yang ada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Asuransi Astra Tumbuh Meski Tekanan Nilai Tukar & Suku Bunga
Menteri Keuangan: Rupiah Terkena Rumor, Bank Indonesia Fokus
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
