Jalan Menuju Bukit Lawang Rusak Parah, Pengendara Mengeluh
Gambar atau konten salah?
Jalan menuju Bukit Lawang di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini dalam kondisi memprihatinkan. Banyak lubang dan permukaan bergelombang menghiasi ruas jalan utama yang menjadi akses ke destinasi wisata andalan tersebut. Pengguna jalan mengeluhkan situasi ini.
Pantauan pada Sabtu, 11 Juli 2026, menunjukkan kerusakan sudah terlihat sejak dari Kecamatan Salapian hingga Kecamatan Bahorok. Aspal mengelupas, berlubang, dan bergelombang di banyak titik. Akibatnya, pengendara terpaksa mengurangi kecepatan.
Bukan hanya di badan jalan. Kerusakan juga tampak pada ruas jalan di atas jembatan penyeberangan sungai. Kondisi ini dinilai membahayakan, terutama saat lalu lintas padat atau ketika hujan turun.
Kendaraan roda dua dan roda empat harus berjalan perlahan. Mereka berusaha menghindari lubang yang menganga. Beberapa pengendara bahkan terlihat mengambil jalur lawan arah sesaat demi menghindari jalan yang rusak.
Seorang pengendara bernama Ana mengaku heran. "Saya heran melihat kondisi jalannya rusak parah seperti ini. Padahal Bukit Lawang kan banyak dikunjungi wisatawan, termasuk turis mancanegara. Harusnya akses menuju tempat wisata ini lebih diperhatikan," kata Ana pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Ana, jalan rusak tidak hanya mengurangi kenyamanan. Lebih dari itu, kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan. Terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari.
Warga lain, Wati, menyampaikan keluhan serupa. Ia menilai jalan menuju Bukit Lawang seharusnya menjadi prioritas perbaikan. Jalur ini menjadi akses utama yang setiap hari dilalui masyarakat dan wisatawan.
"Jalan ini ramai dilalui kendaraan setiap hari. Harusnya segera diperbaiki supaya perjalanan lebih nyaman dan aman. Apalagi ini akses menuju kawasan wisata Bukit Lawang yang menjadi kebanggaan Kabupaten Langkat," ujar Wati.
Wati berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh. Perbaikan diperlukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu. Sektor pariwisata di Bukit Lawang pun diharapkan semakin berkembang.
Bukit Lawang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Kawasan di tepi Taman Nasional Gunung Leuser ini menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara. Tempat ini terkenal sebagai habitat orang utan Sumatera. Berbagai aktivitas wisata alam ditawarkan, seperti trekking hutan, arung sungai, hingga wisata edukasi konservasi satwa.
Jalan rusak menuju destinasi wisata kelas dunia seperti Bukit Lawang menjadi ironi tersendiri. Akses yang buruk bisa menghambat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan ekonomi daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
