Ødegaard: Norwegia Kurang Beruntung Lawan Inggris
Gambar atau konten salah?
Boston — Martin Ødegaard mengatakan Norwegia hanya kurang beruntung saat kalah dari Inggris di perempatfinal Piala Dunia 2026. Menurutnya, tim sudah memberikan segalanya, tetapi keputusan wasit dan hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
Laga berlangsung di Boston Stadium pada Minggu, 12 Juli 2026. Norwegia akhirnya tersingkir setelah kalah 1-2 dari Inggris melalui babak perpanjangan waktu. Pertandingan sebenarnya imbang 1-1 di waktu normal. Andreas Schjelderup mencetak gol indah untuk Norwegia pada menit ke-36. Inggris menyamakan kedudukan lewat Jude Bellingham pada menit ke-45+3. Bellingham kemudian mencetak gol keduanya di babak extra time dan memastikan Inggris melaju ke semifinal.
Norwegia sebenarnya memberikan perlawanan sengit. Inggris hanya unggul tipis dalam penguasaan bola, 53 persen berbanding 47 persen. Jumlah tembakan juga hampir sama. Inggris melepaskan 14 tembakan, sementara Norwegia 13 tembakan.
Ada momen kontroversial di babak kedua. Norwegia sempat mencetak gol kedua melalui Torbjorn Heggem. Namun, gol itu dianulir setelah intervensi VAR. Wasit menilai Erling Haaland lebih dulu mendorong Elliot Anderson sebelum gol terjadi.
Ødegaard, yang menjadi kapten Norwegia, mengaku kekalahan ini sangat menyakitkan. Pemain Arsenal itu menilai timnya kalah hanya karena kurang beruntung. Ia juga menyebut keputusan wasit ikut mempengaruhi hasil pertandingan.
"Ini sulit. Saya merasa kami sudah sangat dekat. Kami melakukan yang terbaik. Mungkin kami bermain bertahan di babak pertama, tetapi mereka tidak melakukan apa pun dan kami unggul. Kemudian kami kebobolan dua gol mudah dan tidak mendapat banyak bantuan dari wasit," kata Ødegaard kepada BBC.
"Detail kecil yang tidak menguntungkan kami. Kami sedikit kurang beruntung," tambahnya.
Norwegia sebenarnya tampil cukup solid sepanjang turnamen. Mereka mampu menembus perempatfinal dan memberikan perlawanan ketat kepada salah satu tim unggulan. Namun, keputusan kontroversial dan ketajaman Bellingham menjadi pembeda. Inggris kini melaju ke semifinal, sementara Norwegia harus pulang dengan rasa kecewa. Dari statistik, pertandingan ini menunjukkan bahwa selisih antara menang dan kalah sering kali sangat tipis — bahkan hanya soal satu keputusan wasit atau satu momen keberuntungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
