Ragunan Padat, Sampah Menjadi Masalah Utama Selama Lebaran

Teguh A. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Ragunan Padat, Sampah Menjadi Masalah Utama Selama Lebaran

Gambar atau konten salah?

Selama libur Lebaran 2026, ribuan pengunjung menumpuk di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Pada Selasa, 24 Maret 2026, kami mengunjungi taman tersebut untuk menilai suasana dan pelayanan di sana.

Di luar gerbang, jalan menuju kebun binatang tampak lancar. Namun, begitu melewati pintu masuk, kenyataan di dalam taman berubah drastis. Pengunjung merasakan dua sisi yang berbeda: satu merasa nyaman, satu lagi kecewa.

Anggi Wisnu Pratama, 30 tahun, berasal dari Pondok Gede, mengemudi sepeda motor dan tiba di Gerbang Utara Ragunan hanya dalam 45 menit. Ia berkata, “Enggak macet alhamdulillah, aman. Menurut saya kepadatan sedang lah, masih di batas nyaman. Kalau biasanya kan wah udah nggak kebayang nih Ragunan kayak gimana.”

Wisnu menilai kebersihan di lapangan cukup memadai, meski ia menyadari jumlah pengunjung yang melimpah membuat petugas kewalahan membersihkan sampah. Ia menambahkan, “Wajar kalau kebersihan mungkin kurang, namanya lagi banyak kayak gini kan, jumlah petugas nggak sesuai sama pengunjung. Kan manusiawi lah, tapi sejauh ini aman.”

Berbeda dengan pengalaman Wisnu, Anita Carolina, 22 tahun, asal Depok, berangkat siang hari pukul 12.00 WIB. Ia tidak terjebak macet di jalan, namun di dalam Ragunan ia merasakan suasana yang sangat menyesakkan. “Sumpek banget sih, Mas, sampai agak pusing juga,” ujarnya.

Data pengunjung pada hari itu menunjukkan total 69.890 orang, terdiri dari 19.674 anak dan 50.216 dewasa. Total kendaraan mencapai 65 bus, 3.296 roda empat, 8.093 roda dua, dan 54 sepeda.

Anita menyoroti situasi yang mengkhawatirkan terkait pemahaman pengunjung tentang isu lingkungan dan kesejahteraan hewan. Ia mengungkapkan kekecewaannya mendalam terhadap kondisi kebun binatang yang dipenuhi sampah, terutama di area terbuka hijau.

“Pertegas soal buang sampah dan ngerokok sih. Sampah masih berserakan di mana-mana dan masih banyak yang ngerokok, padahal banyak anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” kata Anita. Dari pengamatan kami, situasi di TM Ragunan memang selaras dengan pernyataannya. Saat memasuki kawasan, masih banyak pengunjung yang merokok dan buang sampah sembarangan, padahal Ragunan secara ketat menerapkan Perda No. 2 Tahun 2005 DKI Jakarta Tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010 tentang kawasan bebas Rokok, yang menetapkan kebun binatang ini sebagai Kawasan Dilarang Merokok.

Hal yang paling ironis di momen liburan ini adalah perlakuan pengunjung terhadap satwa. Alih-alih mengedukasi, Anita menjadi saksi mata tindakan yang tidak empati. “Tadi saya lihat di kandang ada sampah botol, jujur kecewa banget. Bahkan ada hewan dilemparin popcorn, dan ada yang ngeludah ke dalam kolam biawak. Saya ngeri hewan-hewannya pada stres dilempar-lemparin sampah,” ujar Anita.

Dia ragu menyuarakan hal itu secara terbuka, khawatir akan memicu keributan dengan pengunjung yang menurutnya “agresif”. Anita berharap ada kesadaran kolektif yang lebih tinggi di kalangan masyarakat, yang sangat penting untuk menjaga ruang publik ini. Ia menekankan bahwa menjaga taman ini sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua makhluk hidup yang menghuninya memerlukan partisipasi aktif semua pihak.

Pengalaman Wisnu dan Anita menggambarkan dua sisi Ragunan pada hari libur Lebaran. Satu sisi menunjukkan kemudahan akses dan kepadatan yang masih dapat ditangani, sementara sisi lain menyoroti masalah kebersihan, perilaku pengunjung, dan perlindungan hewan. Keduanya menegaskan perlunya tindakan lebih tegas dari pihak pengelola dan kesadaran publik agar taman ini tetap menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan sekaligus aman bagi semua.

Taman Margasatwa RagunanLibur Lebaran 2026kebersihanperilaku pengunjungperlindungan hewankepadatan pengunjungperaturan merokok

Komentar

Memuat komentar...