RANS Bantah Tuduhan Pencucian Uang Jelang IPO

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
RANS Bantah Tuduhan Pencucian Uang Jelang IPO

Gambar atau konten salah?

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akhirnya angkat bicara. Tuduhan liar yang beredar di media sosial belakangan ini menyebut perusahaan tersebut dijadikan tempat pencucian uang. Isu ini muncul tepat sebelum RANS melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, dengan tegas membantah tuduhan itu. Menurutnya, kabar tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Pertumbuhan nilai perusahaan, kata Cyril, murni berasal dari kinerja bisnis dan investasi yang masuk dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada tahun 2021 lalu. Nilai investasi itu mencapai Rp 248 miliar.

"Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada. Itu jawaban dari saya," ujar Cyril dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Cyril menjelaskan lebih lanjut. Pada tahun 2021, saat EMTK masuk dengan investasi Rp 248 miliar, kepemilikan mereka sekitar 17 hingga 18 persen. Saat itu, valuasi RANS sudah mencapai Rp 1,3 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah memiliki nilai yang besar jauh sebelum isu pencucian uang muncul.

Kini, valuasi RANS tumbuh lagi. Cyril menyebutkan kenaikannya mencapai 10 persen, sehingga total valuasi perusahaan menjadi Rp 2 triliun. Ia menegaskan, pelaksanaan IPO hari ini menjadi bukti nyata yang membantah semua rumor negatif tersebut.

"Which is, itu yang terjadi. Maka saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada. Mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia," jelasnya.

RANS juga telah mematuhi aturan baru dari OJK dan BEI. Aturan itu mewajibkan keterbukaan informasi bagi pemegang saham di atas 1 persen. Selain itu, ada ketentuan minimum free float sebesar 15 persen. RANS melepas total 2.525.000.000 saham baru. Jumlah itu setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Sekarang dalam proses dan berlangsung dan RANS memenuhi syarat tersebut. Singkatnya seperti itu. Jadi, keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan RANS lebih dari 20%. Itu adalah diperdagangkan di Bursa. Mengenai 1% itu jelas keterbukaan kita memenuhi ketentuan yang ada di Bursa," pungkas Cyril.

Semua ini menunjukkan bahwa RANS berusaha transparan. Perusahaan mengikuti aturan pasar modal yang ketat. IPO bukan sekadar mencari dana, tetapi juga cara untuk membuka data dan fakta kepada publik. Dengan begitu, investor bisa menilai sendiri apakah tuduhan pencucian uang itu benar atau hanya sekadar isu tanpa dasar.

RANSpencucian uangIPOBEIvaluasiEMTKketerbukaan informasi

Komentar

Memuat komentar...