Satu Helikopter Damkar Sumsel Ditarik ke Tangerang

Hendra M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Satu Helikopter Damkar Sumsel Ditarik ke Tangerang

Gambar atau konten salah?

Pemerintah memindahkan satu dari lima helikopter yang biasa dipakai untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Helikopter itu sekarang dikirim ke Tangerang. Tugas barunya: membantu memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, membenarkan kabar ini. Menurutnya, meski satu unit ditarik, Sumsel masih punya empat helikopter water bombing. Jumlah itu, katanya, masih cukup untuk menangani karhutla di wilayahnya.

"Iya, seharusnya di Sumsel ada lima helikopter water bombing namun satu digeser ke Tangerang untuk pemadaman di TPA Jatiwaringin. Saat ini di Sumsel ada empat yang disiagakan untuk penanganan karhutla," kata Sudirman pada Jumat, 10 Juli 2026.

Helikopter yang dipindahkan itu jenis UR-VBC/MI8-MSBT. Armada ini mulai bertugas di Sumsel sejak 6 Juni 2026. Selama beroperasi, waktu terbangnya tercatat lebih dari 19 jam. Dalam periode itu, helikopter melakukan enam kali sorti dan 121 kali water bombing. Total air yang disiramkan mencapai 484 ribu liter.

Selain armada pemadam, BPBD Sumsel juga masih mengoperasikan dua helikopter patroli. Fungsinya untuk memantau titik panas atau hotspot. Dengan patroli ini, petugas bisa mendeteksi lebih awal potensi kebakaran di daerah rawan.

"Untuk helikopter patroli tetap dua unit. Operasionalnya tidak berubah dan terus digunakan untuk melakukan pemantauan wilayah-wilayah yang rawan terjadi karhutla," ujar Sudirman.

Patroli udara dilakukan secara rutin. Fokus utama adalah daerah-daerah yang terdeteksi memiliki hotspot. Begitu ada titik api, informasi dari udara langsung diteruskan ke tim darat dan tim pemadam udara. Tujuannya jelas: respons cepat.

Sudirman menegaskan, meski satu armada dialihkan, kesiapsiagaan di Sumsel tetap prioritas. Pihaknya masih menunggu arahan dari BNPB. Terutama soal kemungkinan penambahan armada helikopter water bombing. Ini penting karena puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

"Saat ini total ada enam armada yang standby di Sumsel. Terkait kesiapan puncak kemarau dan peningkatan kejadian karhutla di Sumsel, kita masih menunggu instruksi BNPB," katanya.

Dari fakta yang ada, Sumsel masih punya empat helikopter pemadam dan dua helikopter patroli. Satu unit dipinjam ke Tangerang. Dengan musim kemarau yang belum mencapai puncak, keputusan selanjutnya dari BNPB akan menentukan apakah armada yang ada cukup atau perlu tambahan.

helikopterwater bombingkarhutlaSumselTangerangTPA JatiwaringinBPBD

Komentar

Memuat komentar...