Rupiah Kuat 0,76% di Tengah Intervensi Bank Indonesia
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menguat. Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, pada 17 Juni 2026 rupiah berada di level Rp 17.730/dolar AS.
Perry menyatakan bahwa rupiah menguat 0,76% (point to point) dibandingkan posisi akhir Mei 2026. Ia menekankan bahwa penguatan ini terjadi berkat intervensi BI di tengah ketidakpastian global serta tingginya permintaan valas dari korporasi dalam negeri.
“Perkembangan ini dipengaruhi oleh langkah penguatan stabilitas nilai tukar Bank Indonesia dari dampak tingginya ketidakpastian global dan besarnya permintaan valuta asing korporasi di dalam negeri untuk kegiatan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis 18 Juni 2026.
BI meningkatkan intensitas intervensi valuta asing melalui pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri offshore dan transaksi swap serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri. Selain itu, BI menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik investor asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar.
Posisi SRBI pada 15 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 1.021,1 triliun. Dari total tersebut, kepemilikan non-residen meningkat menjadi Rp 238,1 triliun atau 23,3% dari total outstanding, yang turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
“Bank Indonesia juga memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai, hedging swap bagi investor asing sebesar 10% karena semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor,” jelas Perry.
BI juga memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan spot dan swap dalam mata uang Yuan (Chinese Renminbi/RMB) terhadap Rupiah secara offshore. Langkah ini sejalan dengan semakin luasnya penggunaan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi kedua negara.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen BI terhadap imbal hasil yang menarik serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Dengan intervensi aktif dan kebijakan suku bunga yang mendukung, BI berusaha menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global. Stabilitas ini penting bagi investor asing dan korporasi dalam negeri yang terus memanfaatkan valas untuk kegiatan ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
4.000 Pekerja Dirombak di Pabrik Sepatu Nike Bandung
CEO BPI Danantara Ungkap Pertemuan Himbara dengan Prabowo
BI Naikkan Bunga 25 bp Jadi 5,75% untuk Nilai Rupiah
GOTO Rapat Umum Saham: Reappointment Komisaris & Buyback
Direksi Bank BUMN Himbara Hadiri Istana Saat BI Naik 5,75%
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 Door-to-Door 15 Juni
Berita Terbaru
Rupiah Kuat 0,76% di Tengah Intervensi Bank Indonesia
4.000 Pekerja Dirombak di Pabrik Sepatu Nike Bandung
Infineon 500 Posisi, Antre 2 km Pencari Kerja di Melaka
Pakistan, Iran, AS Tanda Tangan MoU, Buka Selat Hormuz
27 SPPG Makan Bergizi Boyolali Dihentikan Karena Dana Terkunci
Kades Pasuruan Larang Perempuan Ikut Ronda Malam Kebijakan