Reflect Orbital Dapat Izin Luncurkan Satelit Cermin Raksasa

Ika P. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Reflect Orbital Dapat Izin Luncurkan Satelit Cermin Raksasa

Gambar atau konten salah?

Startup asal Amerika Serikat, Reflect Orbital, baru saja mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat untuk meluncurkan satelit-satelit raksasa ke luar angkasa. Bukan satelit biasa—satelit ini dilengkapi cermin besar yang dirancang untuk memantulkan sinar Matahari kembali ke Bumi. Idenya: menerangi permukaan Bumi dari orbit.

Komisi Komunikasi Federal AS, atau FCC, memberikan lisensi kepada Reflect Orbital untuk meluncurkan dan mengoperasikan satelit demonstrasi pertamanya. Misi ini dijadwalkan berlangsung tahun ini juga. Satelit tersebut diberi nama Eärendil-1. Ukurannya? Permukaan reflektifnya mencapai 18 meter.

Jika uji coba berhasil, perusahaan ini punya rencana besar. Mereka ingin mengoperasikan lebih dari 50.000 satelit cermin secara bertahap hingga tahun 2035. Jumlah itu bukan isapan jempol belaka. Dengan konstelasi sebesar itu, sinar Matahari yang dipantulkan bisa menerangi area seluas 5 kilometer persegi di Bumi.

Reflect Orbital melihat banyak kegunaan dari teknologi ini. Mulai dari pertanian, pencarian dan penyelamatan korban bencana, hingga pembangkit listrik tenaga surya. Mereka membayangkan dunia di mana sinar Matahari tidak lagi terbatas oleh waktu atau lokasi geografis.

"Bayangkan kemungkinan tak terbatas ketika sinar Matahari tidak dibatasi geografi atau waktu di siang hari," tulis Reflect Orbital di situs resminya. Mereka menambahkan: "Tim pencarian dan penyelamatan menemukan orang yang hilang dalam hitungan menit. Kota memiliki jalanan yang terang merata tanpa emisi karbon. Proyek konstruksi dapat selesai dalam waktu setengahnya dengan kru yang bisa bekerja sepanjang malam dengan aman."

Tapi tidak semua orang antusias. Banyak peneliti dan astronom mengkritik proyek ini. Sebagian khawatir konstelasi raksasa ini akan mengubah langit malam selamanya. Yang lain cemas soal satelit mati yang bisa mencemari atmosfer dengan logam berat. Ada juga kekhawatiran soal polusi cahaya jenis baru—cahaya buatan dari luar angkasa yang bisa mengganggu hewan liar yang bergantung pada siklus cahaya alami. Belum lagi dampaknya pada pilot pesawat terbang.

Reflect Orbital bukannya diam saja. Mereka menegaskan akan berusaha meminimalisir dampak buruk. Menurut mereka, sinar Matahari yang dipantulkan tidak cukup terang untuk menyebabkan kebakaran atau merusak mata manusia.

"Kami merancang sistem keselamatannya dalam tiga cara: 1) sinar Matahari akan difokuskan ke satu titik, 2) sinar dapat dimatikan secara cepat dan kapan saja sehingga tidak sampai mencapai Bumi, dan 3) kami secara sengaja menghindari area sensitif seperti observatorium penelitian atau habitat yang dilindungi," tulis perusahaan itu di situsnya.

Proyek ini masih dalam tahap awal. Satelit pertama belum diluncurkan. Tapi perdebatan sudah dimulai: apakah menerangi malam dari luar angkasa adalah terobosan atau justru ancaman baru? Jawabannya mungkin tergantung pada siapa yang Anda tanya—perusahaan yang melihat peluang, atau astronom yang melihat langit malam perlahan menghilang.

satelit cerminReflect Orbitalpolusi cahayaizin FCCEärendil-1konstelasi satelitmenerangi Bumi

Komentar

Memuat komentar...