Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Surabaya, Minta Hentikan MBG
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.
Aksi diwarnai pembacaan puisi dan orasi yang menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta isu reformasi.
Massa aksi tiba di Grahadi sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka mengenakan jaket almamater masing-masing kampus dan langsung memadati Jalan Gubernur Suryo.
Di tengah aksi, sekitar pukul 15.00 WIB, mahasiswa bergantian membacakan puisi. Salah satu bait yang dibacakan berbunyi: “Katanya rakyat Indonesia ingin hidup layak, tidak! Tidak! Tidak! Kami ingin hidup makmur, layak, dan sejahtera,”.
Para mahasiswa juga membawa poster dengan kritik terhadap pemerintah. Poster bertuliskan: “Reformasi Dikorupsi”, “Revolusi Harga Mati”, “Penuhi Hak Guru”, “Di Atas Janji Revolusi”, “Minta Dipilih Minta Didengar, Sudah Dipilih Tidak Mau Mendengar”, dan “SPPG: Satuan Penjilat Prabowo Gibran”.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Airlangga, Universitas Bhayangkara, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Telkom, Universitas 17 Agustus, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan beberapa kampus lainnya.
“Kami Ksatria Airlangga, meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan,” ujar Presiden BEM Unair Rizqi Senja saat berorasi.
Petugas kepolisian bersiaga di sekitar Grahadi dan mengatur lalu lintas. Jalan Gubernur Suryo ditutup total, dan arus kendaraan dari Jalan Tunjungan diputar balik ke Jalan Embong Malang. Jalan Basuki Rahmat yang akan diputar balik ke Jalan Gubernur Suryo juga dialihkan lurus ke Jalan Embong Malang. Sementara arus lalin di sekitar Jalan Gubernur Suryo dialihkan melalui kawasan Genteng dan Taman Apsari.
Aksi berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ringkasan: Ribuan mahasiswa menuntut penghentian program MBG dan menuntut reformasi, menampilkan puisi, poster, dan orasi di depan Grahadi, sementara polisi mengatur lalu lintas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
