Gus Ipul Sebut Prof. Nasaruddin Umar Calon Ketua PBNU

Sinta R. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gus Ipul Sebut Prof. Nasaruddin Umar Calon Ketua PBNU

Gambar atau konten salah?

Surabaya – Nama Prof KH Nasaruddin Umar muncul sebagai salah satu calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang muktamar NU. Pencetus nama tersebut adalah Gus Ipul, Sekjen PBNU, yang mengungkapkannya di depan media.

Pernyataan Gus Ipul muncul ketika ia menjawab pertanyaan wartawan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada 16 Juni 2026. Di sana, ia meninjau persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang akan digelar di pesantren tersebut.

Gus Ipul menyebut nama Prof Nasaruddin sebagai calon potensial ketua umum PBNU pada muktamar mendatang. Ia menekankan rekam jejak Nasaruddin yang pernah menjadi Katib Aam PBNU. Posisi Katib Aam sering dianggap jalur menuju pucuk kepemimpinan organisasi.

Prof Nasaruddin Umar pernah menjadi Katib Aam pada era KH Hasyim Muzadi. Kalau melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi,” kata Gus Ipul, Rabu 17 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa ketika berkeliling beberapa daerah, nama Prof Nasar sering disebut. “Kalau saya berkeliling ke beberapa daerah, memang nama Prof Nasar cukup banyak disebut. Itu yang saya dengar dari berbagai kalangan. Selebihnya tentu akan ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang muktamar,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa beberapa Ketua Umum PBNU sebelumnya memiliki latar belakang serupa. Ia menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, dan KH Yahya Cholil Staquf yang pernah menjabat Katib Aam sebelum terpilih memimpin PBNU. “Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU,” ujarnya.

Selain Katib Aam, Gus Ipul menyoroti dua jabatan lain yang sering menghasilkan tokoh sentral di NU: sekretaris jenderal PBNU dan ketua PWNU Jawa Timur. Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum menjadi Ketua Umum, serta KH Hasyim Muzadi yang memimpin PWNU Jawa Timur sebelum melangkah ke kepemimpinan nasional NU. “Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang,” katanya.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa pembahasan calon ketua umum PBNU belum menjadi agenda resmi dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang akan digelar di Pesantren Al Falah Ploso pada 20-22 Juni 2026. Ia menilai forum tersebut lebih difokuskan pada isu strategis keumatan, keagamaan, dan rekomendasi organisasi menjelang muktamar NU.

Gus Ipul juga menepis spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan bursa calon ketua umum PBNU. Ia menegaskan bahwa meski menjabat sebagai Sekjen PBNU, ia tidak akan ikut dalam kontestasi kepemimpinan organisasi. “Saya sudah menyatakan dengan tegas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya,” tandas Gus Ipul.

Secara keseluruhan, pernyataan Gus Ipul menyoroti pentingnya latar belakang Katib Aam, Sekjen PBNU, dan ketua PWNU Jawa Timur dalam mempersiapkan pemimpin NU. Ia juga menegaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang muktamar, sementara ia sendiri tidak akan terlibat dalam kontestasi tersebut. Dengan demikian, nama Prof KH Nasaruddin Umar tetap menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai calon ketua umum PBNU.

Prof KH Nasaruddin UmarGus IpulPBNUKatib AamSekjen PBNUPWNU Jawa TimurMuktamar NU

Komentar

Memuat komentar...