Risiko Lari Tengah Malam Saat Hujan Deras
Gambar atau konten salah?
Kegiatan lari tengah malam menjelang sahur belakangan ini menjadi perbincangan di Jakarta. Banyak peserta tetap berlari meskipun diguyur hujan deras.
Bagi sebagian pelari, suasana hujan mungkin terasa menyegarkan saat menjaga kecepatan lari. Namun, mengikuti acara lari dini hari tetap membawa berbagai potensi risiko kesehatan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, menekankan bahwa kecukupan tidur adalah faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum ikut acara lari dini hari. Ia menyatakan hal ini saat dihubungi pada Selasa (10/03/2026).
Menurut dr Dhika, masalah utama adalah durasi tidur sebelumnya. "Kalau saya lihat pribadi, dia lari jam 2 pagi, apakah tidurnya cukup sebelum itu?" tanyanya. Ia menambahkan bahwa meskipun lari sesekali mungkin tidak masalah untuk jantung, melakukan aktivitas berat dalam kondisi kurang tidur membawa risiko.
Lomba lari tengah malam ini, sama seperti lomba lari lainnya, bukan untuk semua orang. Kondisi ini tidak disarankan bagi mereka yang hanya ikut karena takut ketinggalan (FOMO).
Orang yang FOMO belum tentu mengetahui kondisi kebugaran jantung dan paru mereka, bahkan mungkin tidak menyadari adanya masalah jantung. Mereka cenderung ikut berlari begitu saja. Dengan kondisi kurang tidur, probabilitas munculnya masalah kesehatan menjadi lebih tinggi.
dr Dhika mengakui bahwa lari adalah hak setiap orang. Namun, sebagai tenaga medis, ia menyarankan persiapan yang matang sebelum mengikuti lomba lari tengah malam.
Beberapa persiapan penting yang disarankan:
- Pastikan kondisi tubuh benar-benar sehat, termasuk kondisi jantung dan paru.
- Pihak penyelenggara harus memastikan safety yang baik. Ini termasuk pencahayaan yang memadai dan ketersediaan stasiun air (water station).
- Pada hari pelaksanaan, peserta wajib menghindari kurang tidur. Jika ingin ikut lari setelah tarawih, disarankan untuk tidur sebentar setelah tarawih.
Kegiatan lari tengah malam menyajikan tantangan tersendiri terkait manajemen kebugaran dan kesiapan fisik peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
