Bali Terungkap Rute Utama Perdagangan Burung Liar Indonesia
Gambar atau konten salah?
15 Juni 2026 – Direktur Eksekutif Flight Protecting Indonesia's Birds, Marison Guciano, mengungkapkan Bali sebagai rute utama perdagangan satwa liar, khususnya burung liar, dalam diskusi di Kubu Kopi, Denpasar.
Ia menegaskan, “(Bali) rute utama dari perdagangan ilegal satwa liar, terutama burung liar dari Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa,” menandai jalur penting bagi para pelaku perdagangan. Selain menjadi jalur, Bali juga menjadi sumber asal burung yang diperjualbelikan secara ilegal dan menjadi pasar yang cukup signifikan bagi para kolektor.
Marison menjelaskan bahwa minat dan penghobi burung kicau di Bali tinggi, sehingga ancaman terhadap populasi burung liar di Pulau Dewata menjadi nyata. Ia menambahkan, “Karena memang cara yang paling mudah dan murah untuk mendapatkan burung yaitu mengambil dari alam dibandingkan dengan melakukan penangkaran yang butuh waktu dan butuh biaya,” sehingga penangkapan liar tetap menjadi pilihan utama.
Ia menyerukan agar pemerintah dan otoritas terkait menanggapi masalah ini dengan serius dan mendorong perlindungan satwa melalui instrumen hukum adat.
Marison juga menyoroti data terbaru: “Apalagi dalam lima bulan terakhir itu, data penyitaan burung liar di Bali paling tinggi se-Indonesia. Ada 10 ribu lebih burung liar yang disita oleh otoritas dan burung-burung itu merupakan burung-burung yang berasal dari alam, diambil secara ilegal gitu,” menegaskan besarnya skala penyitaan.
Ia menutup dengan peringatan, “Karena Bali merupakan rute utama dari masifnya skala perdagangan ilegal burung liar atau satwa liar, ini juga akan memicu rentannya potensi zoonosis,” menandai risiko kesehatan masyarakat.
Bali, sebagai jalur dan pasar utama perdagangan burung liar, menimbulkan ancaman serius bagi satwa liar lokal dan kesehatan publik. Data penyitaan tinggi dan metode pengambilan yang mudah menegaskan perlunya penegakan hukum yang lebih kuat dan pemanfaatan hukum adat dalam upaya perlindungan satwa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
