Rumah 30 Tahun Rusak Parah, Ahi Akhirnya Dapat Bantuan Perbaikan

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Rumah 30 Tahun Rusak Parah, Ahi Akhirnya Dapat Bantuan Perbaikan

Gambar atau konten salah?

Seorang pria bernama Ahi tengah sibuk merampungkan renovasi rumahnya di Kampung Sekecengek, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Rumah reyot yang telah ia tempati selama tiga dekade itu kini tampak jauh lebih layak untuk ditinggali.

Selama 30 tahun, Ahi dan istrinya tinggal di rumah yang hanya memiliki dua kamar tanpa kamar mandi di dalamnya. Sepuluh tahun terakhir, bangunan sederhana yang terus dimakan usia dan cuaca itu sudah tidak layak huni lagi. Plafon berlubang, genteng bocor, hingga kayu-kayu penyangga atap yang mulai lapuk menjadi pemandangan sehari-hari. Saat hujan turun, bagian dalam rumah selalu kebanjiran. Belum lagi kekhawatiran rumah itu bisa ambruk sewaktu-waktu jika diterjang angin kencang.

"Ya kalau hujan ember sama baskom pasti ngejejer buat wadah air hujan dari atap bolong, tapi tetap saja banjir karena parah rusaknya. Was-was juga ambruk," kata Ahi saat ditemui di kediamannya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ahi bingung karena tidak punya uang untuk memperbaiki kerusakan. Apalagi kini ia sudah tidak bekerja lagi karena faktor usia dan tubuh yang semakin renta. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai tukang pijat keliling di daerah tempat tinggalnya.

"Uang darimana, buat makan juga pas-pasan. Dulu kerjanya tukang pijat, sekarang sudah tua jadi enggak bisa lagi kerja," kata Ahi.

Penantian panjang itu berakhir saat tempat tinggal Ahi masuk program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Dinas Perumahan dan Permukiman Bandung Barat. Kini, rumah yang dulu terancam ambruk itu berdiri lebih kokoh dengan lantai keramik.

"Alhamdulillah terima kasih Pak Bupati rumah saya sudah diperbaiki, sekarang lantainya keramik dulu cuma lapis semen. Sudah enggak khawatir lagi bocor dan banjir," kata Ahi.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menitahkan dinas terkait untuk menggenjot program rutilahu. Ada sekitar 367 unit rutilahu yang diperbaiki dengan target rampung pengerjaannya pada akhir tahun 2026 ini.

"Saat ini perbaikan yang terdiri dari 249 unit di luar kawasan kumuh dan 118 unit di kawasan kumuh. Kita berupaya maksimal selesai di akhir tahun ini," kata Jeje.

Jeje menyadari masih banyak warga yang menantikan bantuan serupa. Oleh karena itu, perbaikan rutilahu dilakukan secara bertahap di tengah keterbatasan anggaran akibat dampak efisiensi.

"Ini menjadi ikhtiar kami untuk menghadirkan rumah yang lebih nyaman, aman dan lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Kemudian pengawasan pengerjaan dilakukan secara maksimal agar sesuai waktu dan kualitasnya sesuai harapan masyarakat," kata Jeje.

Tak hanya mengandalkan APBD, Jeje juga meminta sumbangsih dari perusahaan yang berdiri di Bandung Barat untuk menyukseskan program rutilahu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program CSR agar semakin banyak rumah warga yang dapat diperbaiki. Karena kalau hanya mengandalkan APBD memerlukan waktu yang lama," kata Jeje.

Cerita Ahi hanyalah satu dari sekian banyak warga Bandung Barat yang rumahnya diperbaiki melalui program ini. Dengan target 367 unit pada tahun 2026, pemerintah daerah berupaya mengatasi masalah perumahan yang sudah berlangsung lama, meskipun anggaran terbatas. Kolaborasi dengan sektor swasta melalui CSR menjadi salah satu strategi untuk mempercepat proses perbaikan rumah-rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.

RutilahuBandung BaratRenovasi rumahCSRPerumahanBantuan pemerintahRumah layak huni

Komentar

Memuat komentar...