Rumah Satu‑Satunya di Kedungdowo Runtuh Akibat Tanah Ambles, Menyerang Keluarga

Bambang W. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Rumah Satu‑Satunya di Kedungdowo Runtuh Akibat Tanah Ambles, Menyerang Keluarga

Gambar atau konten salah?

Devi Wirawati hanya bisa menatap kosong, bersandar di dinding rumah kerabatnya, setelah rumah satu-satunya ambruk di tepi sungai Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk.

Rumah Devi runtuh sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu, 11 April 2026, setelah sempat miring pada dini hari. Pada malam itu, ia bersama suami dan keempat anaknya mengungsi ke rumah kerabat untuk keselamatan.

“Tadi malam sudah mulai mau roboh. Tapi siang ini baru roboh. Saya tadi pas kerja, terus dikabari saudara,” kata Devi ketika ditemui di rumah kerabatnya.

Dia baru menyadari bahayanya ketika suaminya mendengar genteng jatuh. Bangunan tiba‑tiba miring dan genteng banyak terjatuh karena rumah sudah “doyong”. Akhirnya keluarga mengungsi ke rumah saudara.

Devi berusia 38 tahun mengaku rumahnya kini telah roboh seluruhnya, setelah sebelumnya separuhnya sudah runtuh. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan.

“Semoga ada bantuan dari pemerintah untuk saya dan keluarga,” ucapnya.

Lokasi rumah Devi berada sekitar 300 meter dari jalan ambles di Desa Kedungdowo, yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Rumahnya berdekatan dengan bibir sungai setempat. “Saya tidak tahu penyebabnya. Tapi tanahnya itu memang ambles. Kan dekat sungai juga,” tambahnya.

Di sekitar satu meter, rumah Ketua RT setempat juga terlihat menggantung. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat rumah tersebut roboh jika tidak segera ditangani.

Kejadian ini menyoroti risiko tanah ambles di wilayah pesisir sungai. Masyarakat di sekitar harus lebih waspada terhadap kondisi tanah dan potensi keruntuhan bangunan.

rumah runtuhtanah amblessungai Kedungdowobantuan pemerintahDevi WirawatiKecamatan Nganjukpengungsi

Komentar

Memuat komentar...