Rupiah melemah, Menteri Keuangan jamin subsidi BBM tetap aman
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tren pelemahan belakangan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih aman dan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi fluktuasi mata uang dengan menghitung anggaran subsidi menggunakan kisaran nilai rupiah tertentu. Pada APBN 2026, asumsi dasar nilai tukar rupiah dipatok pada level Rp16.500 per dolar AS.
Namun, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah melampaui asumsi dasar APBN. Dolar AS bertengger di level Rp17.705 pada perdagangan pagi ini.
“Subsidi BBM masih kita pertahankan sampai akhir tahun seperti saya bilang. Ada yang tanya rupiahnya melemah, gimana dampaknya ke subsidi? Waktu hitung kita memang sudah ambil angka rupiah tertentu yang berbeda dengan asumsi APBN yang kemarin,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBNKita, di Jakarta Pusat, 19 Mei 2026.
Purbaya tidak menampik kondisi geopolitik global, terutama ketidakpastian di Timur Tengah, yang terus memberikan tekanan berat bagi perekonomian dunia. Konflik yang belum mereda tersebut memicu lonjakan harga berbagai komoditas, seperti minyak mentah dunia dan CPO.
Lebih lanjut, Purbaya membeberkan kebijakan mempertahankan subsidi BBM sering mendapat kritik. Alih-alih untuk subsidi BBM, lebih baik anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Namun, Purbaya menilai pengkritik tersebut tidak mengenal karakteristik masyarakat Indonesia. Menurutnya, menaikkan harga BBM di saat kondisi global tidak menentu justru bisa memicu bom waktu yang berbahaya bagi perekonomian nasional. “Kalau saya naikin BBM pasti banyak protes dan nanti bisa ada keributan di sana sini yang akan merusak stabilitas sosial politik. Pada akhirnya ekonomi sehingga uang yang saya punya pun nggak akan bisa saya pakai untuk membangun. Kenapa? Keadaan kacau. Jadi saya keluarkan sedikit untuk subsidi supaya keadaan tenang saya bisa membangun,” tambah Purbaya.
Dengan mempertahankan subsidi BBM, Purbaya berharap stabilitas harga BBM dapat menjaga kesejahteraan masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah untuk menyalurkan dana ke sektor lain yang mendukung pembangunan jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
