RW 12 Malaka Jaya Ubah Sampah Jadi Kerajinan Ekonomi Tinggi
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, setiap hari dihasilkan 7.000 ton sampah. Jumlah ini membuat masalah sampah semakin serius. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengubah sampah menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi.
Di RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, warga mulai menerapkan ide ini. Mereka membuat tas, dompet, tempat tisu, dan aksesoris dari bahan bekas seperti bungkus kopi, kemasan minuman, dan bungkus sabun.
Selain itu, warga juga memproduksi busana menggunakan teknik cetak alami, atau ecoprint, dengan motif dedaunan. Prosesnya memakai kukus alami, sehingga ramah lingkungan.
Semua kegiatan ini berpusat di dua rumah warga: satu tempat untuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan satu lagi sanggar belajar Rumah Terampil Hasanah Center. Kedua lokasi ini menjadi pusat pelatihan dan produksi.
“Inisiatif ini bermula setelah wilayah kami meraih sertifikasi Program Kampung Iklim tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Kami prihatin melihat gunungan sampah di TPST Bantar Gebang yang terus meningkat,” jelas Siti Munawaroh, Ketua UP2K RW 12 Kelurahan Malaka Jaya.
Menurutnya, sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPST Bantar Gebang. “Ketika kita melihat gunungan sampah di TPST Bantar Gebang dan melihat potensi sampah yang semakin meninggi, maka kita berusaha memilah sampah dari rumah tangga,” ucap Siti.
Program ini tidak hanya fokus pada kerajinan daur ulang. Sekitar 50 warga dalam kelompok tersebut juga dilatih merajut, membuat makrame, menenun manik-manik akrilik, dan menguasai teknik cetak kain alami.
Selain kerajinan, warga mengelola lahan kosong seluas 700 meter persegi untuk memproduksi kompos dan pupuk organik cair (POC). Lahan ini juga dipakai sebagai area urban farming, mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekitar.
Siti berharap pemerintah dapat memperluas pemasaran produk karya mereka. Dengan begitu, lebih banyak warga termotivasi mengolah sampah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat membantu perekonomian mereka.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa solusi sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah di rumah, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Dengan dukungan pemerintah dan pasar, potensi ekonomi kreatif dari sampah dapat berkembang lebih luas lagi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Suporter Meksiko Kepung Hotel Timnas Inggris
Irwan Hidayat Yakin Rawa Pening Bisa Jadi Wisata Unggulan
28th Sky Beach Club Hadir di Surabaya, Bawa Nuansa Bali ke Atap Hotel
Vancouver Kota Terbaik untuk Piala Dunia 2026
Palestina Tuding Israel Rebut 3.750 Situs Arkeologi
CCTV Tangkap Pencuri Tas di Stasiun Tawang Semarang
Berita Terbaru
DPR Usul Magang Nasional untuk Lulusan SMA/SMK
Tangsel Jadi Kota Paling Berpolusi di Indonesia
Surat Diskresi Bahlil Tak Jamin Kemenangan IAS di Musda Golkar
Museum Nasional: Liburan Edukatif dengan Tiket Rp30 Ribu
Trump Puji Harry Kane: Pemain Hebat!
Koperasi Merah Putih di Hutan? Kades Bantah Keras
Truk Pengangkut Glasswool Terbakar di Rembang, Rugi Rp700 Juta
Cuaca Jateng: Berawan, Waspada Karhutla
Suporter Meksiko Kepung Hotel Timnas Inggris
STNK Ternyata Cuma Satu Lembar, Satunya TBPKP
