Kaleng Biskuit Menyangkut di Kepala Balita, Damkar Ciamis Turun Tangan

Lina F. · 3 min baca · 5 menit lalu · 3 dibaca
Bisik.id
Kaleng Biskuit Menyangkut di Kepala Balita, Damkar Ciamis Turun Tangan

Gambar atau konten salah?

Sebuah malam yang tenang di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, berubah menjadi mencekam. Keluarga sedang berkumpul di rumah pada Selasa malam, 07 Juli 2026. Suasana santai itu terusik ketika Naima, seorang balita berusia dua tahun, mengalami insiden yang tidak terduga. Saat asyik bermain sambil menonton ponsel, sebuah kaleng biskuit kosong tiba-tiba menyangkut di kepalanya dan tidak bisa dilepaskan.

Riska, ibu Naima, langsung berusaha mengeluarkan kaleng tersebut. Namun, setiap usahanya gagal. Semakin lama, kepala anaknya justru semakin tersangkut. Naima mulai menangis kesakitan. Dalam kepanikan, keluarga akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Ciamis.

Budi Rahmat, Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, menjelaskan bahwa laporan diterima petugas sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis segera bergerak menuju rumah korban. "Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng, lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut," ujar Budi pada Rabu, 08 Juli 2026.

Menurut Budi, keluarga sudah mencoba menangani sendiri sebelum menghubungi petugas. Namun, karena kaleng tidak kunjung terlepas dan anak terus menangis, Damkar akhirnya diminta turun tangan. "Ibunya sudah berusaha membuka kaleng itu, tapi tidak berhasil. Karena anak menangis dan dikhawatirkan semakin kesakitan, keluarga kemudian menghubungi Damkar untuk meminta bantuan," katanya.

Tidak lama setelah laporan masuk, tim Damkar berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi. Mereka datang dengan satu unit kendaraan pancar serta membawa gerinda mini, gunting, dan tang. Saat tiba di rumah korban, petugas mendapati Naima masih dalam kondisi menangis. Kaleng biskuit itu menutup bagian kepala balita tersebut dan membuat keluarga khawatir.

Budi menuturkan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat usia korban masih balita. Petugas berusaha membuka bagian kaleng sedikit demi sedikit sambil menjaga agar kepala anak tidak terluka. "Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak," ucapnya.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng berhasil dilepaskan dari kepala Naima. Tangis panik di rumah itu pun perlahan reda setelah sang balita bisa kembali bernapas lega tanpa lilitan kaleng di kepalanya. "Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama," kata Budi.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak, termasuk barang rumah tangga yang terlihat sepele. Sebab bagi balita yang sedang aktif mengeksplorasi, benda-benda seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya bisa menjadi risiko. "Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani," pungkas Budi.

Insiden ini menunjukkan betapa cepatnya situasi berubah ketika anak-anak bermain dengan benda-benda di sekitar rumah. Meskipun kaleng biskuit tampak tidak berbahaya, bagi balita yang penasaran, benda itu bisa menjadi perangkap. Beruntung, petugas Damkar bertindak cepat dan evakuasi berjalan lancar tanpa cedera serius. Orang tua diingatkan untuk selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama saat bermain dengan benda-benda yang berpotensi membahayakan.

balitakaleng tersangkutkepalaevakuasidamkarCiamispengawasan orang tua

Komentar

Memuat komentar...