SAKA Dapat Persetujuan Pengembangan Lapangan Ronggolawe

Andi B. · 2 min baca · 3 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
SAKA Dapat Persetujuan Pengembangan Lapangan Ronggolawe

Gambar atau konten salah?

PT Saka Energi Indonesia (SAKA), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksplorasi dan eksploitasi migas. Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan energi nasional dengan mempercepat pengembangan sumber daya menjadi produksi nyata.

Perkembangan terbaru datang dari persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (POD) untuk Lapangan Ronggolawe – PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah. Persetujuan ini diberikan oleh SKK Migas dan diharapkan memulai produksi (onstream) pada akhir tahun 2029.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menegaskan pentingnya langkah tersebut. Ia berkata, “Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” dalam keterangan tertulis pada 11 Juni 2026.

Keputusan ini didukung oleh analisis komprehensif sumur RGL-3. Hasil tersebut memberikan dasar teknis kuat bagi penyusunan rencana pengembangan. Sebelumnya, pada tahun 2025, SAKA menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe. Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut atas penemuan hidrokarbon di sumur eksplorasi RGL-1 pada tahun 2012, yang kemudian dikonfirmasi lewat appraisal sumur RGL-3 pada tahun 2024 di WK Pangkah.

Proyeksi pengembangan lapangan ini menunjukkan potensi produksi hingga 5.126 barel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak. Secara keseluruhan, lapangan diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama. SAKA berharap ini dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Hidrokarbon di Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut terbukti melalui evaluasi teknis, termasuk uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida. Fuji menegaskan, “Hasil evaluasi tersebut menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.”

Rencana pengembangan yang telah disetujui mencakup pengeboran empat sumur pengembangan. Sumur-sumur ini akan dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut. Pengembangan ini merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO), yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO.

Dengan strategi ini, SAKA berupaya mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi. Fuji menambahkan, “Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.”

Dia menekankan dukungan dari pemangku kepentingan dan mitra kerja. “Pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan produksi migas Perusahaan serta nasional.”

Lebih dari itu, SAKA berkomitmen memastikan setiap pengembangan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Lebih dari itu, SAKA berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.”

Dengan rencana yang terstruktur dan dukungan teknis yang kuat, SAKA menyiapkan langkah konkret menuju peningkatan produksi migas nasional. Langkah ini menandai komitmen perusahaan dalam memajukan sektor energi sambil menjaga keamanan dan kesejahteraan lingkungan.

SAKARonggolawemigasproduksiPertaminaPangkahPODPHE-7

Komentar

Memuat komentar...