Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Cakup 160 Gbps
Gambar atau konten salah?
Satellit Satelit Nusantara Lima resmi mulai beroperasi, menandai langkah penting dalam penyediaan layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.
“Hari ini kami dengan bangga meresmikan operasi satelit Nusantara Lima, sebuah simbol yang penting untuk negara kita dalam mempertahankan kemandirian nasional kita sendiri. Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina, bentuk dari peningkatan kekuatan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di negara ASEAN,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Senin malam (11 Mei 2026).
Adi menjelaskan bahwa satelit ini akan berfungsi sebagai sarana konektivitas nasional, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Filipina. Pada saat yang sama, PSN sedang menjajaki potensi di Malaysia.
“Ini bukti bahwa negara-negara tetangga kita membutuhkan, mementingkan kemandirian konektivitas di tengah dinamika global politik dunia saat ini,” tambahnya.
Dengan kapasitas 160 Gbps, mayoritas dialokasikan untuk pemerataan akses internet di Indonesia. Setiap wilayah Filipina dan Malaysia akan menerima 20 Gbps, sementara sisanya, 140 Gbps, digunakan di Tanah Air.
“Di Indonesia 140 Gbps karena kita tetap pemakaian terbesar ya. (Terkait target pengguna) itu macam-macam, ada pemerintah, swasta, lembaga‑lembaga lainnya. Kita ingin memberikan suatu opsi kepada kepentingan untuk pemakaian di Indonesia bahwa kita bisa memiliki kapasitas yang bisa dipakai dan diandalkan,” tuturnya.
PSN mengalokasikan investasi sekitar RP 8 triliun sejak awal hingga pengoperasian satelit Nusantara Lima.
Satellit ini resmi beroperasi setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut diperoleh setelah satelit lolos rangkaian Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 23‑24 April 2026.
Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 dianggap sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia sekaligus memperkuat kapasitas satelit nasional untuk mendukung pemerataan akses internet di Indonesia.
Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.
PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa.
Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung layanan internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional di seluruh Indonesia.
Satellit Nusantara Lima menandai langkah strategis Indonesia dalam memperluas jangkauan internet, memperkuat kemandirian digital, dan menambah kapasitas infrastruktur satelit di kawasan Asia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Meta Hapus Fitur AI Ubah Foto Instagram Tanpa Izin
Komdigi Target Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Selesai, Kualitas Internet Diprediksi Naik
QRIS Tembus China, 3 Inovasi RI Mendunia
Negosiator Ransomware Berkhianat, Bantu Peretas Raup Rp1,1 Triliun
Saturnus Kini Punya 285 Bulan, Bukan karena Bertambah
Berita Terbaru
Chivu Belum Puas, Targetkan Lebih Besar Musim Depan
BMKG: Bandung Berawan, Suhu 14-28 Derajat
Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari
PBMI Sertifikasi Wasit-Juri-Pelatih Jelang IMC 2026
Seragam Gratis, Tes Calistung Ditiadakan
Terry Samakan Bellingham dengan Zidane
Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea Rp1 Triliun
Bobby Nasution Mulai Berkantor di Nias Pekan Ini
Jadwal Sholat Surabaya 14 Juli 2026 Lengkap Niat