Komdigi Target Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun

Lina F. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Komdigi Target Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun

Gambar atau konten salah?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) punya rencana besar: menghadirkan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps dalam waktu dua tahun. Rencana ini makin masuk akal setelah lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz mulai berjalan.

Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), bilang tambahan spektrum ini bakal nambah kapasitas jaringan operator. Artinya, kecepatan internet—baik untuk 4G Advanced maupun 5G—bisa naik. "Mendukung dong. Tambahan spektrum tentu akan meningkatkan kemampuan jaringan," ujar Marwan saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Tapi Marwan juga ngasih catatan penting. Rata-rata kecepatan internet Indonesia sekarang sekitar 62 Mbps. Menurut dia, angka itu belum sepenuhnya jujur. Soalnya, metode pengukuran yang dipakai selama ini mencampur aduk berbagai jenis pelanggan dengan karakteristik yang beda-beda.

Pengguna internet di Indonesia itu luas banget. Ada pelanggan pemula di desa yang cuma langganan paket 5 sampai 10 Mbps karena harganya lebih terjangkau. Ada juga pelanggan fixed broadband di kota yang nikmatin kecepatan jauh lebih tinggi. "Kalau semuanya digabung menjadi satu rata-rata, hasilnya menjadi tidak apple to apple. Harus dipisahkan antara pengguna pemula, mobile broadband, dan fixed broadband supaya hasilnya lebih adil," kata Marwan.

Bahkan, Marwan curiga layanan fixed broadband atau internet di sebagian wilayah perkotaan Indonesia mungkin udah bisa tembus 100 Mbps. "Jangan-jangan Indonesia sudah menembus 100 Mbps kalau pengukurannya dilakukan secara tepat sesuai kategori layanannya," ungkapnya.

Selain bikin internet lebih cepat, tambahan spektrum juga bisa bikin layanan internet lebih murah. Tapi Marwan ngelingetin, jangan asal bandingin harga sama kecepatan. "Sering orang membandingkan speed dengan harga, padahal itu tidak selalu fair. Yang penting adalah melihat berapa kecepatan nyata yang diterima masyarakat sesuai layanan yang mereka pilih," jelas Marwan.

Dia juga nambahin, kondisi jaringan di negara lain juga nggak selalu rata. Di Eropa sekalipun, kualitas internet di daerah pinggiran atau pedesaan sering kalah bagus dibanding kota. Tapi yang sering dibandingkan cuma wilayah perkotaannya aja. "Karena itu metodologi pengambilan data menjadi sangat penting, apakah menggunakan Ookla, Opensignal, atau lembaga pengukuran lainnya," kata Marwan.

Komdigi sebelumnya udah ngumumin target internet 100 Mbps dalam dua tahun. Target ini didukung lewat lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Lelang ini bakal nambah kapasitas spektrum komersial nasional, jadi operator punya ruang lebih besar buat ningkatin kualitas dan kapasitas layanan internet.

Intinya, kecepatan internet Indonesia sebenarnya mungkin udah lebih tinggi dari yang selama ini dilaporkan. Masalahnya ada di cara ngukur yang masih campur aduk. Kalau pengukuran dipisah sesuai kategori, gambaran kecepatan internet Indonesia bisa jadi lebih akurat. Dan dengan tambahan spektrum baru, target 100 Mbps dalam dua tahun bukan lagi sekadar mimpi.

internet 100 Mbpslelang frekuensispektrum 700 MHzkecepatan internetmetode pengukuranfixed broadbandoperator seluler

Komentar

Memuat komentar...