Satu Kaki, Banyak Kemenangan: Pemimpin Upacara Papua
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pagi itu, kabut tipis masih menutupi wilayah Papua Tengah. Di lapangan Mepa Boarding School, barisan siswa dan guru sudah berdiri rapi, bersiap melaksanakan upacara bendera Hari Pendidikan Nasional 2026.
Deki Degei, siswa kelas 11 yang memiliki disabilitas, menjadi pusat perhatian. Ia berdiri dengan satu kaki, tanpa tongkat penyangga, menampilkan ketegasan yang tak biasa bagi seorang penyandang disabilitas.
Dengan seragam lengkap, Deki dipilih sebagai pemimpin upacara. Ia berdiri tegap, mengarahkan peserta, dan menyampaikan laporan upacara. Meski hanya satu kaki, ia tetap tegas dalam memberi instruksi.
Keberaniannya terlihat jelas. Ia menegaskan bahwa satu kaki bukan penghalang untuk berdiri tegak. Dalam kesehariannya, Deki selalu dapat berdiri tegap, menunjukkan disiplin tinggi.
Deki dikenal sebagai siswa yang sangat mandiri. Fisiknya terbatas, namun ia lebih mandiri dibandingkan teman sekelasnya. Ia tinggal di asrama sekolah, memulai hari dengan semangat, dan menyiapkan diri untuk belajar.
Alasan fisik Deki berasal dari kecelakaan pada usia 6 tahun. Saat itu, kakinya terluka oleh truk, membuat satu kakinya menjadi satu-satunya kaki yang dapat digunakan.
Walau keterbatasan fisik, Deki tetap menjadi pemimpin. Ia menunjukkan bahwa pemimpin tak harus sempurna secara fisik. Keterbatasan tidak menghalanginya untuk memimpin upacara.
Deki bukan sekadar pemimpin upacara. Ia menjadi simbol daya juang bagi teman-temannya. Bagi siapa pun yang mengenalnya, satu kaki tidak menjadi penghalang.
Menurut Deki, setiap langkah yang ia jalani adalah kemenangan kecil setiap hari. Ia selalu bersyukur atas kemampuan yang dimilikinya.
Kesimpulannya, kisah Deki Degei menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk memimpin, berprestasi, dan menjadi contoh bagi orang lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
