Sejarah Minuman Soda Diet: Dari Medis ke Gaya Hidup
Gambar atau konten salah?
Minuman soda rendah kalori atau yang biasa disebut diet soda kini sering dikaitkan dengan gaya hidup sehat. Namun, sejarahnya tidak dimulai sebagai produk konsumsi publik.
Sejarah diet soda bermula pada akhir 1940‑an hingga awal 1950‑an, ketika produsen minuman mulai mencari pemanis alternatif selain gula. Pada masa itu, kesadaran akan dampak konsumsi gula, khususnya bagi penderita diabetes, mulai meningkat.
Salah satu pelopor pertama adalah No-Cal Ginger Ale, dikembangkan oleh Hyman Kirsch dari Kirsch Beverages di Brooklyn, Amerika Serikat. Pada 1952, minuman ini dipasarkan menggunakan campuran cyclamate calcium sebagai pengganti gula. No-Cal ditujukan khusus untuk pasien rumah sakit yang membutuhkan minuman tanpa gula, bukan untuk konsumen umum. Rasa minuman pada saat itu masih jauh dari sempurna, sehingga banyak orang menganggapnya pahit atau menyerupai obat.
Popularitas diet soda mulai melonjak ketika Royal Crown Cola meluncurkan Diet Rite pada akhir 1950‑an. Produk ini menjadi salah satu diet cola pertama yang berhasil. Berbeda dengan No-Cal yang fokus pada kebutuhan medis, Diet Rite dipasarkan sebagai minuman yang membantu menjaga bentuk tubuh.
Keberhasilan Diet Rite membuat perusahaan minuman besar lainnya ikut menciptakan produk serupa. Pada 1963, Coca‑Cola meluncurkan Tab, produk diet soda pertama mereka. Nama Tab diambil dari istilah “keeping tabs,” yang merujuk pada kebiasaan menjaga berat badan. Produk ini kemudian menjadi salah satu diet soda paling populer di Amerika Serikat pada era 1970‑an hingga 1980‑an.
Tak lama setelahnya, Pepsi juga menghadirkan Diet Pepsi untuk bersaing di pasar minuman rendah kalori. Pada akhir 1960‑an, penelitian menemukan bahwa cyclamate dikaitkan dengan risiko kanker pada tikus laboratorium. Temuan ini membuat pemerintah Amerika Serikat melarang penggunaan cyclamate dalam makanan dan minuman pada 1970.
Sejak pelarangan tersebut, banyak diet soda mengganti pemanisnya dengan saccharin atau aspartame, yang rasanya lebih mendekati gula asli. Penggantian ini membantu minuman tetap rendah kalori sekaligus meningkatkan daya tarik bagi konsumen.
Perkembangan diet soda ini menunjukkan bagaimana industri minuman beradaptasi dengan kebutuhan kesehatan dan regulasi. Dari produk medis sederhana hingga minuman yang kini menjadi bagian dari gaya hidup modern, perjalanan diet soda mencerminkan perubahan persepsi masyarakat terhadap gula dan kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
