Seskab Teddy Jawab Kritik Dino: Prabowo Punya Hasil Konkrit

Nita W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Seskab Teddy Jawab Kritik Dino: Prabowo Punya Hasil Konkrit

Gambar atau konten salah?

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik yang datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai frekuensi kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Teddy mengklarifikasi beberapa poin sekaligus menampilkan serangkaian capaian diplomasi yang telah dicapai dalam setengah tahun terakhir.

Dalam unggahan video di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menyatakan, “Jadi, salah besar kalau hanya dibilang gagah-gagahan, seremonial. Jadi, kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.

Setelah mengklarifikasi, Teddy memaparkan tujuh hasil konkret yang dihasilkan oleh langkah diplomasi Presiden Prabowo selama 1,5 tahun terakhir. Tiga di antaranya berkaitan dengan hubungan ekonomi, satu lagi mengenai pertahanan, satu lagi tentang program haji, dan dua lagi tentang bantuan dan pendidikan di Palestina.

Yang pertama adalah masuknya Indonesia ke dalam kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Teddy menegaskan bahwa langkah ini berhasil menjaga stabilitas negara di tengah krisis global, seperti menjaga harga bahan bakar dan stok pangan tetap aman.

Selanjutnya, tarif 0% di Uni Eropa menjadi pencapaian kedua. Ada 25 negara di wilayah tersebut. Teddy menambahkan bahwa perjanjian ini telah diurus belasan tahun yang lalu, namun akhirnya terwujud pada tahun 2025 di bawah kepemimpinan Prabowo.

Ketiga, total investasi yang masuk mencapai Rp 2.430 triliun, menurut data Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Pada kunjungan kerja ke Korea Selatan dan Jepang, Presiden Prabowo berhasil mengantongi investasi sekitar Rp 575 triliun.

Keempat, Indonesia kini memiliki alat pertahanan yang kuat dan berasal dari berbagai negara, termasuk Perancis, Amerika, Rusia, China, dan Inggris. Hal ini menunjukkan diversifikasi sumber pertahanan negara.

Kelima, program ibadah haji pada 2025 dan 2026 berjalan lancar. Teddy mengklaim bahwa penyelenggaraan ibadah haji yaris tidak mengalami kendala signifikan. Bahkan, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi setelah perubahan undang-undang setempat.

Ke enam, Presiden Prabowo berperan aktif di Palestina. Beberapa bukti yang disebutkan antara lain: drop off logistik udara yang telah dilakukan beberapa kali, pengiriman kapal ke rumah sakit di Palestina, serta penyekolahan anak-anak Palestina di perguruan tinggi Indonesia. Teddy menilai jumlah anak Palestina yang sudah menempuh pendidikan di Indonesia mencapai 100 orang.

Selain itu, Teddy mengungkapkan bahwa minggu lalu ada warga negara Indonesia yang diamankan oleh pihak Israel di laut bebas. Melalui diplomasi senyap maupun publikasi Kementerian Luar Negeri, warga tersebut berhasil dipulangkan ke tanah air.

Ingat, yang saya sampaikan adalah hasil konkrit nyata satu setengah tahun terakhir dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya itu yang utama.

Prabowo Subianto sebelumnya menjadi sorotan karena dianggap sering melakukan kunjungan kerja luar negeri di tengah melemahnya rupiah. Salah satu pihak yang menyoroti kunjungan tersebut adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Dino menilai bahwa Prabowo menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri, dengan 1 dari 6 hari dihabiskan di luar negeri.

Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya. Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar.

Dengan mengangkat data dan contoh konkret, Teddy berusaha menunjukkan bahwa kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Dari peningkatan investasi, diversifikasi pertahanan, hingga bantuan kemanusiaan, semua langkah tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan kepentingan nasional.

Diplomasi PrabowoBRICSInvestasi 2,430 triliunPertahanan diversifikasiHaji 2025-2026Bantuan PalestinaKunjungan kerja luar negeri

Komentar

Memuat komentar...