Shaun Evans Tampil Gestur Kontroversial di Jerman‑Curacao

Hari W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Shaun Evans Tampil Gestur Kontroversial di Jerman‑Curacao

Gambar atau konten salah?

Di pertandingan persahabatan antara Jerman dan Curacao yang menjadi bagian dari persiapan Piala Dunia 2026, sebuah gestur kontroversial muncul di layar sebelum bola diputar. Saat kamera menyorot ruang Video Assistant Referee (VAR), Shaun Evans, asisten VAR, menampilkan gerakan tangan yang menimbulkan perdebatan.

Shaun Evans, seorang wasit asal Australia, bertugas memantau keputusan VAR. Pada saat itu, ia menekan jari telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, namun posisi jari menurun. Gerakan ini sering dikaitkan dengan simbol “OK” terbalik, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi tanda supremasi kulit putih.

Beberapa orang menganggap gestur tersebut hanya sekadar permainan lingkaran yang populer di Amerika Serikat. Namun, banyak yang melihatnya sebagai lambang neo-Nazi, karena bentuk jari menyerupai huruf W dan P, singkatan dari “White” dan “Power.”

“Masukan dari para ahli kami mengungkapkan bahwa gestur yang digunakan itu jelas menyerupai simbol ‘OK’ terbalik, yang digunakan sebagai lambang kekuatan kulit putih di kalangan sayap kanan ekstrem dunia,” ungkap Fare Network, lembaga mitra FIFA dan UEFA yang memantau nyanyian, bendera, serta simbol rasialisme dan diskriminasi di laga internasional.

“Jelas ofisial ini seharusnya tidak punya peran lebih jauh di Piala Dunia ini,” tegas Fare dalam pernyataannya yang dikutip The Guardian. Fare menuding Shaun Evans sengaja mengambil momen untuk menunjukkan gestur itu.

Di Amerika Serikat, Anti Defamation League (ADL) telah menempatkan gestur tersebut dalam daftar simbol kebencian. ADL, organisasi yang awalnya didirikan untuk melindungi komunitas Yahudi, menegaskan bahwa gerakan ini dapat menimbulkan ketakutan dan intimidasi.

Reaksi serupa pernah terjadi di AS. Pada 2018, seorang petugas penjaga pantai dibebastugaskan setelah melakukan gestur tersebut. Pada 2019, klub bisbol MLB Chicago Cubs menolak masuk seorang penggemar ke stadion Wrigley Field karena penggemar itu menampilkan gestur itu dalam siaran televisi.

Hingga kini, FIFA belum memberikan respons resmi mengenai insiden ini. Pertanyaan tentang maksud sebenarnya dari gestur Shaun Evans tetap belum terjawab, namun aksi tersebut sudah cukup memancing sorotan publik.

Insiden ini menyoroti betapa cepatnya sebuah gerakan sederhana dapat menimbulkan kontroversi di era media sosial. Di dunia sepak bola, di mana simbolisme dan bahasa tubuh sering dipahami secara global, penting bagi para wasit dan staf VAR untuk berhati-hati dalam setiap tindakan mereka.

VARgestur kontroversialsupremasi kulit putihneo-NaziFIFAADLPiala Dunia 2026

Komentar

Memuat komentar...