SKKL Rising 8 Selesai, Triasmitra Target Rp 1,01 Triliun 2026

Teguh A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
SKKL Rising 8 Selesai, Triasmitra Target Rp 1,01 Triliun 2026

Gambar atau konten salah?

Triasmitra menargetkan pendapatan mencapai Rp 1,01 triliun pada tahun 2026 setelah berhasil menyelesaikan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 Jakarta‑Batam. Proyek ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai pengembang infrastruktur digital nasional.

Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi Patria, menegaskan bahwa penyelesaian SKKL Rising 8 “Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri,” kata Titus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Public Expose 2026 yang digelar secara online pada 18 Juni 2026.

SKKL Rising 8 Jakarta‑Batam memiliki panjang 1 054 kilometer, dilengkapi dengan 16 fiber pair dan 11 repeater. Kapasitas desain mencapai 400 Tbps. Sebelum proyek selesai dibangun, Triasmitra telah mengamankan komitmen dari lima pelanggan yang akan memanfaatkan jaringan tersebut. Hal ini menandakan tingginya kebutuhan pasar akan layanan konektivitas berkapasitas besar dan berkualitas tinggi.

Seiring dengan pencapaian tersebut, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun pada 2026, tumbuh sekitar 35 % dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 750 miliar. Pertumbuhan pendapatan akan didukung oleh optimalisasi penjualan kapasitas pada jaringan kabel laut dan kabel darat yang sudah beroperasi, termasuk monetisasi SKKL Rising 8 serta pengembangan proyek berikutnya, yakni SKKL Median Ring Indonesia (Merindo).

Proyek Merindo akan memulai tahap awal dengan panjang jaringan sekitar 2 360 kilometer. Jaringan ini menggunakan teknologi repeatered submarine cable dengan 16 fiber pair, mampu menyediakan kapasitas hingga 24 Tbps per fiber pair. Tahap pertama akan menghubungkan Banyuurip‑Mataram‑Makassar‑Labuan Bajo serta Amlapura‑Mataram. Tahap kedua akan menghubungkan Amlapura‑Kawinda Nae‑Labuan Bajo. Triasmitra menargetkan penggelaran Merindo dimulai pada kuartal III 2027 dan siap beroperasi pada awal 2028.

Di sisi operasional, Triasmitra berupaya mengoptimalkan penggunaan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, yang sukses dipakai pada proyek Rising 8. Kapal ini akan digunakan untuk Post Laid Inspection & Burial (PLIB) pada jaringan Jakarta‑Batam, serta mendukung pembangunan Merindo dan sejumlah proyek eksternal di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi, hingga Indonesia Timur. Manajemen menilai tingginya permintaan layanan penggelaran dan pemeliharaan kabel laut akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan penyelesaian Rising 8 dan persiapan pembangunan Merindo, Triasmitra berharap dapat berperan lebih besar dalam memperluas pemerataan konektivitas digital dan memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional hingga ke kawasan timur Indonesia. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat kinerja keuangan yang positif: pendapatan tumbuh 35 % menjadi Rp 750 miliar, laba usaha meningkat 39 % menjadi Rp 263 miliar, dan laba bersih melonjak 63 % menjadi Rp 138 miliar. Kenaikan tersebut didukung oleh optimalisasi aset infrastruktur, ekspansi pelanggan, dan efisiensi operasional berkelanjutan.

Selama RUPST, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Kennedy Simanjuntak ditunjuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Nelly Henry. Glory Simanjuntak ditunjuk sebagai Komisaris, sementara posisi Komisaris Utama tetap dijabat oleh P. Sartono.

Proyek SKKL Rising 8 menandai langkah penting dalam upaya Triasmitra memperluas jaringan digital. Jaringan 1 054 kilometer dengan kapasitas 400 Tbps akan menjadi tulang punggung konektivitas berkapasitas tinggi, mendukung pertumbuhan data dan transformasi digital nasional. Dengan target pendapatan 1 01 triliun pada 2026, Triasmitra menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri.

TriasmitraSKKL Rising 8kabel lautkapasitas Tbpsproyek MerindoRUPSTinfrastruktur digital

Komentar

Memuat komentar...