Sopir Truk Lamongan Selesaikan Sengketa lewat Mediasi

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Sopir Truk Lamongan Selesaikan Sengketa lewat Mediasi

Gambar atau konten salah?

Lamongan – Pada Minggu, 12 April 2026, di Jalan poros nasional Lamongan‑Babat, di wilayah Kecamatan Pucuk, terjadi ketegangan antara dua sopir truk. Insiden ini memuncak dengan cekcok ringan sebelum akhirnya berujung damai.

Seorang sopir truk kontainer, YOV asal Banyumas, Jawa Tengah, mengaku diperlakukan tidak menyenangkan oleh sopir lain. Sopir tersebut mengendarai truk gandeng berpelat AG dengan bagian depan berwarna hijau. Ia disebut sempat tersulut emosi, bahkan menarik kaos bagian leher korban.

"Ketegangan di antara keduanya pun sempat terjadi di lokasi sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian," kata Ipda M Hamzaid, Kasi Humas Polres Lamongan, kepada wartawan pada Minggu, 12 April 2026. Setelah komunikasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Pelapor menerima permintaan maaf, sementara terlapor berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Kesepakatan damai tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak serta disaksikan saksi masing-masing," ungkapnya. Foto menunjukkan sopir truk Lamongan menandatangani surat mediasi.

Ipda M Hamzaid menjelaskan bahwa laporan datang dari Polsek Pucuk setelah korban mengadu. Petugas segera bergerak cepat. Tim Pamapta Polres Lamongan bersama anggota Satlantas menuju lokasi, menghentikan kendaraan, dan mengamankan sopir berinisial AS warga Kediri.

Kedua sopir kemudian dibawa ke SPKT untuk dimintai keterangan dan dilakukan mediasi. Penyelesaian damai dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Polisi mengimbau pengemudi untuk menahan emosi dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Utamakan keselamatan saat berkendara dan selalu patuhi aturan berlalu lintas. Jangan mudah emosi saat di jalan," imbaunya.

Insiden ini menegaskan pentingnya komunikasi dan pengendalian emosi di jalan raya, serta peran cepat polisi dalam menengahi konflik antar sopir.

Lamongansopir trukmediasi polisiketegangan jalan rayakeamanan lalu lintaspengendalian emosiPolres Lamongan

Komentar

Memuat komentar...