SPMB Jabar 2026 Dibuka, Pendaftaran Digital Dimulai 18-22 Mei
Gambar atau konten salah?
SPMB Jabar 2026 telah resmi dibuka hari ini dengan distribusi akun digital bagi calon murid baru. Proses pendaftaran dimulai pada periode 18-22 Mei 2026.
Wakil Koordinator SPMB Jabar 2026, Dr. Dian Peniasiani, M.Ed., menjelaskan bahwa calon murid baru dapat mendaftar melalui SPMB Sekolah Maung atau SPMB Reguler Tahap 1 dan Tahap 2. Ia menambahkan bahwa SPMB Jabar 2026 juga menerapkan tahapan pemetaan calon murid baru (PCMB) sebelum tahap reguler. Tahapan pemetaan berlangsung dari 29 Mei - 8 Juni 2026.
Dalam sesi Kick Off SPMB Sekolah Maung, SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026 Provinsi Jawa Barat, yang disiarkan di kanal YouTube DISDIK JABAR pada 18 Mei 2026, Dr. Dian menyatakan: “calon murid baru nantinya dapat mendaftar pada SPMB Sekolah Maung atau SPMB Reguler Tahap 1 dan 2.”
Ia melanjutkan: “Jika menerima hasil pemetaan, calon murid tidak perlu lagi mendaftar lagi pada SPMB tahap 1 atau 2, cukup daftar ulang pada sekolah penerima sesuai jadwal per jalur.”
Dr. Dian menekankan bahwa pemetaan ini tidak sekadar mencatat data, melainkan juga langsung melakukan seleksi. Ia berkata: “Pemetaaan ini tahun ini tidak hanya mendata, tetapi juga langsung seleksi.”
Setelah proses pemetaan selesai, calon murid yang sudah diterima dapat langsung melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dr. Dian menjelaskan: “Kalau sudah diterima melalui pemetaan, tinggal nanti daftar ulang.”
Proses pemetaan dilakukan oleh sistem yang menilai jarak terdekat dari domisili ke sekolah pilihan, serta kepemilikan dokumen ketidakmampuan (untuk jalur keluarga ekonomi tidak mampu/KETM). Sistem juga memeriksa data persyaratan tiap jalur. Dr. Dian menegaskan: “Kalau sudah di-submit, sistem akan langsung menyeleksi, jadi ini sudah langsung menyeleksi.”
Setelah pemetaan selesai, calon murid dapat menyetujui atau menolak hasil pemetaan melalui aplikasi. Jika menyetujui, sistem akan terkunci sehingga tidak dapat mendaftar kembali di tahap 1 atau 2. Calon murid tersebut kemudian dapat daftar ulang pada tahap 1 atau 2 sesuai jalur yang dipilih.
Jika menolak hasil pemetaan, calon murid harus mendaftar pada SPMB tahap 1 atau tahap 2 sesuai jalur yang dipilih. Selanjutnya, calon murid lain dalam urutan berikutnya dapat menempati posisi yang tidak disetujui. Dr. Dian menambahkan: “Ada kuotanya, sesuai daya tampung di sekolah masing-masing.”
Dalam kasus tidak diterima pada jalur domisili, sistem akan merekomendasikan sekolah lain berdasarkan jarak terdekat dan kuota masih tersedia. Calon murid dapat menyetujui atau menolak rekomendasi tersebut.
Jika tidak diterima pada jalur prestasi, mutasi, domisili, afirmasi, atau pada seleksi sekolah maung, calon murid dapat mendaftar kembali pada SPMB tahap 1 atau 2. Pastikan memenuhi persyaratan jalur dan kuota masih tersedia.
Berikut rincian jadwal SPMB Jabar 2026:
Input data pemetaan: 29 Mei - 8 Juni 2026
Verifikasi dan masa sanggah: 29 Mei - 8 Juni 2026
Pengumuman kelulusan: 12 Juni 2026
Daftar ulang: pada masa daftar ulang SPMB tahap 1 atau 2, sesuai jalur.
Jadwal SPMB Jabar Tahap 1
Registrasi Tahap 1: 15-19 Juni 2026
Verifikasi dan masa sanggah Tahap 1: 15-19 Juni 2026
Rapat Dewan Guru Tahap 1: 23 Juni 2026
Pengumuman kelulusan Tahap 1: 24 Juni 2026
Daftar ulang Tahap 1: 26 Juni 2026 - 29 Juni 2026
Jadwal SPMB Jabar Tahap 2
Registrasi Tahap 2: 30 Juni - 6 Juli 2026
Verifikasi dan masa sanggah Tahap 2: 30 Juni - 6 Juli 2026
Rapat Dewan Guru Tahap 2: 8 Juli 2026
Pengumuman kelulusan Tahap 2: 10 Juli 2026
Daftar ulang Tahap 2: 13-14 Juli 2026
Informasi lengkap mengenai SPMB Jabar 2026 dapat diakses di https://spmb.jabarprov.go.id.
Proses SPMB Jabar 2026 menekankan transparansi dan efisiensi. Pemetaan awal memudahkan calon murid mengetahui peluang mereka sebelum melangkah ke tahap reguler. Sistem yang langsung menyeleksi menghemat waktu bagi semua pihak. Dengan jadwal yang terstruktur, calon murid dapat merencanakan langkah-langkahnya secara teratur. SPMB Jabar 2026 menawarkan peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang untuk masuk ke sekolah menengah di Jawa Barat, dengan memperhatikan jalur prestasi, mutasi, domisili, dan afirmasi. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penerimaan siswa baru di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
