Steakhouse Itameshi Baru di Jakarta, Konsep Unik
Gambar atau konten salah?
Sebuah rumah makan steakhouse baru di Jakarta memperkenalkan konsep yang disebut itameshi, perpaduan antara masakan Italia dan Jepang. Konsep ini membuat hidangan daging sapi mereka terasa berbeda.
Umumnya, restoran steakhouse di Jakarta banyak mengusung gaya Italia atau Eropa. Namun, Isabella, pendatang baru ini, menawarkan pendekatan yang unik di Indonesia. Di balik konsep itameshi ini adalah Chef Henry Brata.
Suasana restoran ini dirancang menyerupai restoran Italia yang berlokasi di Jepang. Chef Henry Brata, yang pernah bekerja dengan koki berbintang Michelin, adalah perancang konsep di balik Isabella.
Pengalaman Kuliner Chef Henry Brata
Isabella didirikan oleh Chef Henry Brata. Sebelum membuka restoran sendiri, ia sudah lama berkecimpung di dunia masak. Pengalaman kerjanya meliputi beberapa restoran di Dubai dan Turki. Salah satu pengalamannya adalah bekerja bersama Chef Alfredo Russo di restoran Vivaldi Restaurant yang meraih bintang Michelin.
Dengan penguasaan hidangan Italia dan Jepang, Chef Henry memutuskan untuk membuka steakhouse dengan konsep itameshi pertama di Jakarta. Itameshi sendiri adalah istilah untuk menggabungkan hidangan Italia dengan teknik dan bahan dari Jepang. Chef Henry menjelaskan pada (25/02/2023) bahwa itameshi itu seperti masuk ke restoran Italia, tetapi lokasinya seolah berada di Jepang.
Informasi kontak dan jam operasional Isabella:
- Alamat: Jl. Wolter Monginsidi No.67A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
- Telepon: +62 82227788908
- Minggu - Kamis: 11.00 - 22.00 WIB
- Jumat - Sabtu: 11.00 - 23.00 WIB
- Perkiraan biaya: Rp200.000++ per orang
- Jenis masakan: Western
- Fasilitas: Makan di Tempat, Area Parkir, Pembayaran Non Tunai, dll.
Menu Pembuka yang Menggugah Selera
Meskipun fokus utama Isabella adalah steak, Chef Henry memperhatikan semua elemen pendukung, termasuk menu pembuka untuk memancing selera makan.
Salah satu pilihan pembuka adalah Beef Pizzette (Rp118 ribu). Hidangan ini memadukan tortilla renyah, daging yang dimarinasi dengan galbi, keju truffle, dan saus truffle aioli. Menu ini cocok sebagai hidangan pembuka tipe tapas untuk empat orang.
Mixed Seaweed Salad (Rp78 ribu) juga disarankan. Perpaduan baby gem, irisan pir, acar rumput laut, dan siraman saus wafu memberikan sensasi segar di mulut.
Pilihan Pasta Spesial
Bagi yang ingin menikmati pasta sebelum menyantap steak, Chef Henry menawarkan banyak varian istimewa, seperti Gnocchi dan Pappardelle. Pasta pappardale dibuat segar oleh Chef Henry dan timnya.
Gnocchi Parma Rosa (Rp118 ribu) menyajikan gnocchi yang kenyal dengan saus pasta tomat yang lembut dan meresap, ditambah taburan keju parmesan melimpah.
Bagi penggemar pasta krim, tersedia Pappardalle Al Tartuffo (Rp128 ribu). Pasta pappardelle dibuat segar. Sausnya menggunakan truffle butter dan parmesan yang diemulsi hingga meresap, kemudian ditambah irisan keju parmesan di atasnya.
Steak dari Potongan Sekunder
Chef Henry Brata menampilkan ciri khas tersendiri dalam penyajian steak di Isabella. Ia memilih secondary cuts (potongan daging sekunder) daripada premium cuts, namun tetap menonjolkan rasa dan tekstur istimewa.
Steak disajikan tanpa banyak bumbu marinasi. Fokusnya adalah menonjolkan rasa alami daging sapi berkualitas. Menu andalan termasuk Flat Iron dan Porterhouse.
Potongan flat iron dari bagian bahu sapi sudah memiliki rasa kaya alami karena lapisan lemaknya (marbling). Sementara porterhouse atau bagian T-bone dikenal sebagai potongan dengan rasa paling kompleks.
Untuk mengolah kedua jenis steak ini, Chef Henry Brata secara khusus menggunakan kayu rambutan. Penggunaan kayu ini memperkuat karakter rasa buah (fruity) dari daging sapi. Setiap steak dimasak langsung di atas arang kayu pada suhu tinggi (300 - 350 derajat Celsius). Tujuannya adalah mendapatkan aroma smoky yang jelas dan rasa yang lebih kaya.
Selain steak, olahan From the Grill juga tersedia. Steak Hache (Rp228 ribu) menyajikan daging giling dengan saus jamur dan keju parmesan, dilengkapi kentang goreng. Ini cocok bagi yang menyukai rasa daging yang kuat dengan saus jamur kental.
Ada juga Beef Stracotto (Rp218 ribu). Ini adalah daging pipi yang dimasak dengan teknik slow cooked hingga sangat empuk. Ditambah saus gravy dan pomme puree (kentang tumbuk), teksturnya lembut saat disantap.
Pilihan Penutup yang Manis
Setelah puas dengan hidangan utama, pengunjung disarankan mencicipi pilihan dessert. Cone-Noli (Rp68 ribu) adalah salah satu yang direkomendasikan Chef Henry Brata.
Pastry renyah dengan aroma kayu manis dibentuk menyerupai kerucut es krim. Kerucut ini diisi dengan krim ricotta yang manis dan lembut. Cone-Noli disajikan bersama vanilla gelato yang dingin, berfungsi menyejukkan mulut setelah makan daging.
Sebagai penyeimbang rasa manis, Chef Henry menambahkan raspberry coulli yang memberikan sentuhan asam segar.
Isabella menawarkan pengalaman bersantap dengan perpaduan rasa Italia dan Jepang yang dieksekusi oleh koki berpengalaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Beras Terbaik Dunia 2026: Thai Jasmine, Basmati, Arborio
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Berita Terbaru
BKN Tegaskan CPNS 2026 Belum Dibuka, Hindari Hoaks Online
Cuaca Jawa Tengah: Cerah Berawan, Hujan Ringan di Pegunungan
Kemenpar Luncurkan Program Delisting Akomodasi Keamanan
Saudi Arabia Pilih 26 Pemain, Hanya 1 Bermain Luar Negeri
Politeknik Agraria STPN Resmi Jadi Sekolah Kedinasan
Nanik Sudarti Deyang Jadi Kepala BGN, Fokus Efisiensi Anggaran
Jadwal Puasa Sunnah Juni 2026 Menyambut Tahun Baru Islam
Juni 2026: 2 Hari Merah, 4 Akhir Pekan & Cuti Bersama
