Stella Christie Ceritakan Pengalaman di Harvard: City Step

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Stella Christie Ceritakan Pengalaman di Harvard: City Step

Gambar atau konten salah?

Stella Christie, mantan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengingat masa studinya di Harvard University dengan cerita yang tak terlupakan. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Menurut Stella, kenangan itu muncul pada tahun 2000-2001. Saat itu, ia terlibat dalam program bernama City Step, yang masih berjalan di kampus hingga kini. Program ini menargetkan mahasiswa Harvard yang terpilih melalui audisi, lalu mereka membuat dan mengajarkan koreografi tari kepada siswa sekolah dasar.

"Ini adalah program di mana mahasiswa Harvard yang terpilih, karena melalui audisi, kami membuat program untuk siswa sekolah dasar," ujarnya di acara Alumni United States of America yang diadakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, pada 11 April 2026.

Program City Step berlangsung setahun penuh dan berujung pada penampilan tari di atas panggung. Tidak hanya Stella yang terpilih, Natalie Portman juga menjadi bagian penting. Ia dikenal menempuh studi di Harvard dengan program studi Psikologi dari 1999-2003.

"Salah satu dari sedikit guru tari ini dan koreogorafer tari ini adalah Natalie Portman," ungkap Stella. Pada masa itu, Stella berada di tahun kedua dan ketiga studinya di Harvard. Ia bertemu seminggu sekali dengan Portman untuk membuat koreografi tari.

"Jadi seminggu sekali saya bersama dengannya untuk membuat koreografi tari untuk siswa sekolah dasar. Jadi itu salah satu dari sekian banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di Harvard," tambahnya.

Peter Haymond, Kuasa Usaha Ad Interim di Misi AS untuk Indonesia, di Kementerian Luar Negeri AS, menanggapi pengalaman serupa yang dialami mahasiswa AS. Ia menekankan bahwa universitas mendorong mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dan bekerja dengan siswa SMA, SMP, dan SD.

"Di universitas, mereka mendorong mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dan bekerja dengan siswa SMA, SMP, SD untuk memberi mereka ambisi, memberi mereka pandangan tentang masa depan yang dapat mereka raih," jelas Haymond. Menurutnya, proses ini menjadi bagian penting dari pendidikan di universitas.

Stella menambahkan bahwa banyak siswa SD yang kurang mampu secara ekonomi dan tidak berpikir bisa masuk Harvard menjadi tujuan program ini. Ia menekankan pentingnya mengajarkan menari dan membuat koreografi, sehingga mereka dapat tampil di Harvard.

"Namun kemudian kami mengajari mereka menari, membuat koreografi tari, dan mereka tampil di Harvard. Dan ini memang bagian yang sangat penting dari pendidikan Amerika, yaitu inklusivitas," tutur Stella.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa program City Step tidak hanya memberi pelatihan seni, tetapi juga membuka pintu bagi siswa berpotensi, menumbuhkan rasa percaya diri dan memperluas pandangan mereka tentang masa depan. Program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi pada inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat.

Stella ChristieUniversitas HarvardProgram City StepNatalie Portmankoreografi tariinclusivitaspemberdayaan

Komentar

Memuat komentar...