Sukarami Jadi Zona Merah Kasus Campak Terbanyak di Palembang
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Kota Palembang telah memetakan sebaran kasus campak di wilayahnya. Hasil peta menunjukkan bahwa Kecamatan Sukarami menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 74 kasus.
Menurut data per 25 Maret 2026, Sukarami berada di zona merah karena konsentrasi kasus tertinggi di kota ini. "Berdasarkan data per 25 Maret 2026 menunjukkan Sukarami sebagai wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi (zona merah) di kota ini. Kondisi tersebut memicu respons cepat dari tim medis untuk melakukan lokalisir penyebaran di area permukiman padat penduduk," kata Kepala Bidang P2P Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, Rabu (25/3/2026).
Yudhi menjelaskan bahwa pola sebaran saat ini mulai menampilkan tren pasca‑mudik. "Kata Yudhi, sebaran kasus saat ini mulai menunjukkan pola pasca‑mudik. Laporan kasus dari rumah sakit menunjukkan adanya tren infeksi baru yang muncul di beberapa titik strategis."
Di Sukarami, 74 kasus masih menjadi angka terbesar. Namun, setelah mobilitas libur Lebaran per 18 Maret 2026, muncul laporan kasus baru di RS. Puskesmas Kalidoni mencatat delapan kasus baru. "Kecamatan Sukarami saat ini paling banyak dengan total 74 kasus. Namun yang perlu diwaspadai, setelah mobilitas libur Lebaran per 18 Maret lalu, muncul laporan kasus baru dari RS yang terbanyak ada di wilayah Puskesmas Kalidoni sebanyak delapan kasus," ungkapnya.
Munculnya kasus di Kalidoni menjadi indikator kuat bahwa interaksi silaturahmi selama Lebaran memberikan dampak pada transmisi virus. Dinkes kini menyiagakan tim gerak cepat di setiap puskesmas untuk mengantisipasi laporan warga yang masuk.
Masyarakat diminta segera melaporkan ke puskesmas jika menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala demam disertai ruam merah. "Kami minta warga proaktif. Jika ada gejala mirip campak, segera lapor agar tim gerak cepat Puskesmas bisa langsung turun tangan dan menangani secara medis," tambah Yudhi.
Selain penanganan pasien, edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan kelengkapan imunisasi kembali digencarkan di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan mampu meredam status zona merah di Sukarami dan mencegah wilayah lain mengalami lonjakan serupa.
Dengan pemantauan yang intensif dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan campak di Palembang dapat menurunkan angka kasus dan menjaga kesehatan anak-anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Sumsel 2026/2027: Tanggal 6 Juni
BKK Palembang Tegakkan Skrining Kesehatan Jemaah Haji
40 Titik Panas Terpantau di Muratara, Risiko Karhutla Tinggi
Polda Sumsel dan PTPN IV Perkuat Kerja Sama Keamanan Aset
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Berita Terbaru
Cuaca Berawan di Bandung 05 Juni 2026, Suhu 17‑30°C
Zodiak Gemini 5 Juni 2026: Energi Cinta & Karier Seimbang
Zodiak Aries: Energi Positif di Tanggal 5 Juni 2026
Zodiak Cancer 5 Juni 2026: Peluang Cinta dan Karir
Zodiak Virgo 5 Juni 2026: Hari Perubahan Kecil, Penuhi Potensi
Zodiak Leo 5 Juni 2026: Energi, Hubungan, Karier & Kesehatan
Zodiak Libra 5 Juni 2026: Panduan Harian dan Keberuntungan
Zodiak Taurus 5 Juni 2026: Rasa Aman, Keingintahuan & Peluang Baru
Zodiak Scorpio 5 Juni 2026: Energi Unik Hari Ini, Panduan Harian
Zodiak Sagittarius 5 Juni 2026: Prediksi Harian dan Energi Positif
