Sukarami Jadi Zona Merah Kasus Campak Terbanyak di Palembang

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 134 dibaca
Bisik.id
Sukarami Jadi Zona Merah Kasus Campak Terbanyak di Palembang

Gambar atau konten salah?

Dinas Kesehatan Kota Palembang telah memetakan sebaran kasus campak di wilayahnya. Hasil peta menunjukkan bahwa Kecamatan Sukarami menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 74 kasus.

Menurut data per 25 Maret 2026, Sukarami berada di zona merah karena konsentrasi kasus tertinggi di kota ini. "Berdasarkan data per 25 Maret 2026 menunjukkan Sukarami sebagai wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi (zona merah) di kota ini. Kondisi tersebut memicu respons cepat dari tim medis untuk melakukan lokalisir penyebaran di area permukiman padat penduduk," kata Kepala Bidang P2P Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, Rabu (25/3/2026).

Yudhi menjelaskan bahwa pola sebaran saat ini mulai menampilkan tren pasca‑mudik. "Kata Yudhi, sebaran kasus saat ini mulai menunjukkan pola pasca‑mudik. Laporan kasus dari rumah sakit menunjukkan adanya tren infeksi baru yang muncul di beberapa titik strategis."

Di Sukarami, 74 kasus masih menjadi angka terbesar. Namun, setelah mobilitas libur Lebaran per 18 Maret 2026, muncul laporan kasus baru di RS. Puskesmas Kalidoni mencatat delapan kasus baru. "Kecamatan Sukarami saat ini paling banyak dengan total 74 kasus. Namun yang perlu diwaspadai, setelah mobilitas libur Lebaran per 18 Maret lalu, muncul laporan kasus baru dari RS yang terbanyak ada di wilayah Puskesmas Kalidoni sebanyak delapan kasus," ungkapnya.

Munculnya kasus di Kalidoni menjadi indikator kuat bahwa interaksi silaturahmi selama Lebaran memberikan dampak pada transmisi virus. Dinkes kini menyiagakan tim gerak cepat di setiap puskesmas untuk mengantisipasi laporan warga yang masuk.

Masyarakat diminta segera melaporkan ke puskesmas jika menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala demam disertai ruam merah. "Kami minta warga proaktif. Jika ada gejala mirip campak, segera lapor agar tim gerak cepat Puskesmas bisa langsung turun tangan dan menangani secara medis," tambah Yudhi.

Selain penanganan pasien, edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan kelengkapan imunisasi kembali digencarkan di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan mampu meredam status zona merah di Sukarami dan mencegah wilayah lain mengalami lonjakan serupa.

Dengan pemantauan yang intensif dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan campak di Palembang dapat menurunkan angka kasus dan menjaga kesehatan anak-anak.

campakSukaramizona merahpuskesmas Kalidonimobilitas Lebarantim gerak cepatpencegahan imunisasipemeriksaan medis

Komentar

Memuat komentar...