Gastronomi Jadi Andalan Baru Pariwisata Indonesia
Gambar atau konten salah?
Bisnis kuliner dan gastronomi kini dianggap punya peran besar dalam menarik wisatawan asing ke Indonesia. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyoroti betapa strategisnya posisi gastronomi untuk memajukan sektor pariwisata di tanah air.
"Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," ujar Ni Luh pada Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut Ni Luh, gastronomi bukan sekadar bagian dari pengalaman berwisata. Lebih dari itu, gastronomi mencerminkan identitas budaya suatu daerah. Juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. Karena itu, ia mengajak semua pihak yang berkepentingan di sektor pariwisata untuk bekerja sama lebih erat dengan pemerintah. Tujuannya: merancang dan menjalankan program-program yang bisa meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.
Peluang ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Pasalnya, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Ini terjadi meskipun ada dinamika dan ketidakpastian geopolitik global yang sedang berlangsung.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) membuktikan hal itu. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga Mei 2026 mengalami pertumbuhan. Angkanya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, Indonesia mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka ini naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, perjalanan wisatawan dalam negeri pada periode yang sama mencapai 523,22 juta perjalanan. Jumlah ini meningkat 2,86 persen dibandingkan Januari hingga Mei 2025 yang tercatat sebanyak 508,67 juta perjalanan.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap kuat. Kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah, terutama dalam mengangkat gastronomi sebagai daya tarik utama, bisa menjadi kunci untuk mempertahankan tren positif ini. Dengan fokus pada pengalaman berkualitas dan dampak ekonomi jangka panjang, pariwisata Indonesia punya potensi untuk terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
