Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Gambar atau konten salah?
Sumur Puter di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, menjadi pusat rumor bahwa ia dapat mengembalikan barang atau anggota keluarga yang hilang. Kabar ini muncul setelah unggahan akun TikTok @jeda.baca pada 11 Juni 2026.
Unggahan tersebut menyatakan bahwa sumur ini diyakini merupakan peninggalan Sunan Kudus ketika ia menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa. “Mitosnya, siapapun yang kehilangan barang atau anggota keluarga cukup berputar mengelilingi sumur ini sambil memanjatkan doa. Banyak cerita mistis tentang airnya yang dipercaya bisa jadi perantara untuk memutar atau memulangkan apa yang telah pergi,” tulis narasi dalam unggahan itu.
Sumur Puter tersembunyi di balik gang sempit di permukiman Desa Langgardalem. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Sumur berada di dalam bangunan bekas gudang pabrik rokok yang tidak terawat, dikelilingi tanaman liar dan semak belukar. Pengunjung harus membawa sabit atau parang untuk membuat jalan setapak agar dapat mencapai sumur.
Penampakan sumur ini hanya berupa pipa paralon yang menyembul. Dari pipa itu pengunjung biasanya mengambil air dengan cara disedot menggunakan mesin. Meskipun sederhana, sumur ini sudah menjadi tempat yang dihormati oleh warga setempat.
Menurut pemangku sumur, Mohammad Romza, sumur ini merupakan hadiah dari Sunan Kudus atau Jafar Shodiq, penyiar Islam di wilayah Kudus. Ia menjelaskan bahwa salah satu Wali Songo ini membiarkan sumur tersebut untuk warga, terutama untuk bekal warga yang ikut perang waktu itu. “Sumur puter ini, menurut yang saya terima dari pemangku dulu, sumur hadiah dari Sunan Kudus untuk masyarakat waktu membutuhkan kehidupan, air untuk bekal masyarakat sebagai bekal pulang berperang,” kata Romza saat ditemui di lokasi pada 10 Juni 2026.
Romza juga mengingatkan bahwa sumur ini awalnya hanyalah tongkat yang ditanamkan di sini, lalu keluar mata air untuk kebutuhan masyarakat. “Sumur ini awalnya dulu tongkat yang ditanamkan di sini, keluar mata air untuk kebutuhan masyarakat untuk bisa dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sumur ini pernah digunakan oleh Sunan Kudus untuk merawat kudanya. “Kebetulan tunggangan Sunan Kudus itu kan kuda. Tempat pemeliharaan kuda milik Sunan Kudus di sebelah sini. Jadi sumur ini digunakan untuk merawat kendaraan Sunan Kudus yang ada di lokasi ini,” jelas Romza.
Ketika ditanyai soal mitos bahwa sumur puter bisa mengembalikan barang atau orang yang hilang, Romza mengaku belum pernah dimintai tolong terkait hal itu. Ia mengatakan, biasanya warga datang ke sumur ini untuk kepentingan bancakan dan hajatan. “Kalau masalah yang hilang itu mungkin arah dari orang tua, coba diputar yang hilang bisa kembali lagi. Saya yakin tidak cuman itu saja. Saya sebagai pemangku, untuk diminta seperti barang hilang itu tidak pernah,” kata Romza.
Romza menjelaskan bahwa di sini biasanya untuk kebutuhan hajat. “Di sini biasanya untuk kebutuhan hajat. Misalnya anaknya mau kuliah, bancakan di sini, jadi seperti itu. Istilahnya meminta tolong kepada kita untuk bertawasul untuk kepunyaan Sunan Kudus, untuk ditawasulkan,” tambahnya.
Sumur Puter tetap menjadi tempat yang dihormati oleh warga Desa Langgardalem. Ia digunakan untuk doa, hajat, dan kegiatan sosial, namun tidak ada bukti bahwa ia dapat mengembalikan barang atau orang yang hilang. Rumor tersebut lebih mencerminkan kepercayaan dan tradisi lokal yang mendalam terhadap warisan Sunan Kudus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro
Harga Obat Semarang Naik, BPJS Terancam Keterjangkauan
Dishub Banyumas Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu 15‑30 Juni
15 Twibbon Gratis 1 Muharam 2026, Pilih Desainmu Sekarang
Berita Terbaru
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
SpaceX IPO Jadikan Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia
444 Jemaah Bangka Belitung Selamat Tiba di Palembang
Diana Favorit: Eggs Suzette, Hidangan Sederhana Kerajaan
Balai TNGR Tegaskan Aturan Pendakian Gunung Rinjani
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal