Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital: Bansos Online Tepat
Gambar atau konten salah?
Surabaya menjadi panggung uji coba sistem bantuan sosial digital yang dikembangkan oleh Komdigi dan Kemensos. Melalui portal Perlinsos, proses pendaftaran hingga verifikasi bansos dijalankan secara online, menandai langkah baru menuju transparansi.
“Ini sebagai ikhtiar kami dari pihak pemerintah untuk memastikan agar warga yang memang berhak mendapatkan bantuan, itu bisa diberikan secara baik dan tepat sasaran,” ungkap Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya saat acara Kunjungan Jurnalistik Program Digitalisasi Perlindungan Sosial di Kelurahan Pakis, Surabaya, Jumat 12 Juni 2026.
Fifi menyoroti masalah pendataan nama penerima bansos yang seringkali tidak akurat. Ia memberi contoh warga yang masih terdaftar namun sudah pindah, serta mereka yang membutuhkan namun belum masuk data atau datanya belum diperbarui bertahun‑tahun. Akibatnya, bantuan yang seharusnya sampai ke tangan yang tepat seringkali tidak tepat sasaran.
“Nah, akibatnya ibu‑bapak, bantuan yang seharusnya sampai ke tangan yang tepat, jadinya tidak tepat sasaran, karena itulah hari ini, pemerintah sedang berikhtiar, bekerja keras, memperbaiki data‑data melalui digitalisasi, mungkin istilahnya terdengar rumit, tapi sebenarnya sederhana,” jelas Fifi.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi yang dimaksud adalah pencatatan dan pembaruan data warga dengan lebih rapi menggunakan teknologi. Tujuannya agar negara dapat mengenal warganya lebih baik dan memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang memang berhak menerimanya.
“Jadi ketika bapak‑ibu datang, dan mendaftarkan data ibu‑bapak hari ini, sesungguhnya bapak‑ibu sedang membantu negara agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Kalau datanya benar, kebijakannya Insya Allah juga tepat,” ujarnya.
Fifi menegaskan bahwa digitalisasi bansos bukan sekadar urusan migrasi. Menurutnya, ini merupakan perbaikan tata kelola agar semua data dapat terverifikasi dengan baik, memperkuat akurasi, serta meningkatkan transparansi kepada masyarakat.
“Dan pada ujungnya kita ingin agar warga yang memang berhak mendapatkan bantuan ini bisa tepat sasaran. Jadi ini yang kami ingin gaungkan kepada masyarakat saat ini,” imbuhnya.
Di sisi lain, Robben Rico, Secretaris Jenderal Kemensos, menegaskan bahwa berdasarkan DTSEN banyak bantuan tidak tepat sasaran. Ia menekankan keunggulan proses ini yang didukung dengan AI, yang dapat memproses pendaftaran dalam waktu 15 menit sampai 45 menit, memberi hasil layak atau tidak secara cepat.
Robben menambahkan bahwa uji coba di Surabaya masuk dalam daftar 42 kota/kabupaten yang menjadi target awal pemerintah. Ia berharap sosialisasi dan uji coba berjalan lancar, sehingga pada 2027 pelaksanaan dapat dilakukan secara rasional.
Acara uji coba digitalisasi Perlinsos pada 12 Juni 2026 dihadiri oleh kurang lebih 200 warga setempat. Mereka mencoba mendaftarkan diri sebagai penerima bansos melalui portal yang berjalan online. Proses dibantu oleh agen di lokasi, sehingga pendaftaran berlangsung lancar dan cepat.
Inisiatif ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mengatasi masalah data yang sering menghambat distribusi bantuan. Dengan memanfaatkan teknologi, pemerintah berharap dapat memperbaiki akurasi data, mempercepat proses verifikasi, dan memastikan bantuan sosial mencapai penerima yang benar. Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pelaksanaan kebijakan sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
