Gambar atau konten salah?
Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menegaskan bahwa kondisi keuangan negara masih relatif aman hingga saat ini. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan fiskal terjaga di tengah tantangan global.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi masih tumbuh positif di kisaran 5 % dengan inflasi tahunan tercatat sekitar 3,08 % pada bulan Mei 2026. Menurutnya, angka inflasi ini menjadi salah satu indikator penting karena mencerminkan perkembangan harga sekaligus daya beli masyarakat.
“Jadi kalau kita lihat dari inflasi, kondisi inflasi kita juga masih relatif bagus, yaitu sampai dengan bulan Mei lalu itu, inflasi kita ada di 3,08% year-on-year,” ungkap Piter dalam program pada 12 Juni 2026.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tercermin dalam neraca perdagangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih mencatat surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak 2020.
“Ini juga cerminan bahwa kita masih baik-baik saja. Bahkan kalau kita kaitkan dengan kondisi gejolak global ini, sebenarnya beberapa saudara-saudara kita di beberapa wilayah di Indonesia ini, justru mengalami windfall, kalau bahasa sehari-hari kita, dapat durian runtuh,” jelasnya.
Dari sisi eksternal, Piter menilai cadangan devisa (cadev) Indonesia masih memadai sekitar US$ 145 miliar. Cadav ini dianggap memenuhi kebutuhan transaksi internasional, termasuk impor dan kewajiban utang luar negeri pemerintah.
Piter menambahkan, pemerintah juga berkomitmen terhadap disiplin fiskal. Hal itu tercermin dari upaya pemerintah menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas 3 %.
“Ini adalah hal-hal yang menurut saya indikator-indikator yang bisa kita jadikan pegangan untuk mengatakan bahwasannya kondisi fiskal, kondisi keuangannya pemerintah itu relatif baik,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, data yang disampaikan menunjukkan bahwa meski menghadapi tekanan global, Indonesia masih mampu mempertahankan stabilitas fiskal dan moneter. Kinerja ekonomi dan cadangan devisa yang kuat memberikan landasan bagi kebijakan fiskal yang disiplin, menjaga kepercayaan publik dan investor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Danantara Setujui Dana Rp5 Triliun untuk Hilirisasi Ayam
Rapat Maraton ESDM‑PLN untuk Mencegah Listrik Padam Selanjutnya
Pemerintah Selesaikan Prastudi 13 Proyek Hilirisasi Rp239 T
DJBC Berhentikan Penyelundupan 8,26 Juta Rokok di Merak
MoU Dirjen PKH Rencanakan Hilirisasi Ayam Terintegrasi
MRT Tutup Pintu Stasiun Dukuh Atas & Bundaran HI Selama Demo
Berita Terbaru
Brick Mansions: Film Aksi Kembali Diputar di TV Trans
Kemacetan Parah di Jalan Dago Atas, Bandung, Karena Longsor
Pinjaman Online Meningkat Generasi Muda Tertarik Doomspending
Bolot Di ICU, Komedian Terus Pantau Jantung Setelah Serangan
Pertamax Rp16.250 per Liter, Mulai 10 Juni 2026 di Indonesia
Tebet Temukan 5 Kafe Hidden Gem dengan Suasana Tenang