Tahun Baru Islam 2026: 1 Muharram 16 Juni Libur Nasional
Gambar atau konten salah?
Penanggalan Islam saat ini sudah memasuki pertengahan bulan Dzulhijjah, yang menandai akhir tahun Hijriah. Umat Islam akan segera merayakan Tahun Baru Islam, yaitu 1 Muharram 1448 H. Bulan Muharram tidak hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga dianggap sebagai bulan yang mulia dengan banyak keutamaan.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Malam pergantian tahun baru Islam dimulai sejak matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026, karena pergantian hari pada penanggalan Hijriah terjadi pada waktu maghrib.
Hari 1 Muharram 1448 H diakui sebagai hari besar keagamaan dan ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026. Libur nasional ini tidak disertai cuti bersama, sehingga hanya berlangsung satu hari.
Selain libur nasional, bulan Juni 2026 juga memiliki beberapa hari libur nasional dan akhir pekan. Berikut kalender libur di bulan Juni 2026:
- Senin, 1 Juni 2026: Libur Nasional Hari Lahir Pancasila
- Sabtu, 6 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Minggu, 7 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Sabtu, 13 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Minggu, 14 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Selasa, 16 Juni 2026: Libur Nasional 1 Muharram Tahun Baru Islam 1448 H
- Sabtu, 20 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Minggu, 21 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Sabtu, 27 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
- Minggu, 28 Juni 2026: Libur Akhir Pekan
Bulan Muharram memiliki beberapa keutamaan yang sering ditekankan oleh ulama. Berikut tiga keutamaan utama bulan Muharram:
- Amalan Dilipatgandakan
- Bulan Terbaik Berpuasa Setelah Ramadhan
- Terdapat Hari Asyura
Menurut laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), bulan Muharram dianggap sebagai momen pelipatgandaan amalan. Pahala bagi yang berbuat ketaatan akan dilipatgandakan. Dikutip dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al‑Ghazali, beliau pernah menukil satu hadits:
“Barang siapa yang mau berpuasa di tiga hari pada bulan mulia: hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah SWT (memerintahkan pada malaikat untuk) menuliskan baginya pahala beribadah selama tujuh ratus tahun.”
Hadits lain yang sering disampaikan berasal dari Nahdlatul Ulama. Menurut riwayat, bulan terbaik untuk berpuasa selain bulan Ramadhan adalah bulan Muharram. Hadits tersebut diambil dari riwayat berikut:
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.’ (HR Muslim)”
Dalam riwayat lain, orang yang berpuasa di bulan Muharram dapat diterima taubatnya oleh Allah SWT. Hadits ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib yang mengutip sabda Rasulullah SAW, “Jika engkau ingin berpuasa setelah Ramadhan, maka berpuasalah pada bulan Muharram. Sesungguhnya bulan tersebut adalah bulan Allah dan pada bulan itu terdapat satu hari di mana ketika suatu kaum bertaubat, Allah juga menerima taubat kaum yang lain,” (HR Tirmidzi).
Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 9 Muharram, adalah salah satu hari yang sangat dimuliakan. Islam menghormatinya dengan puasa sunnah atas kemenangan Allah SWT kepada Nabi Musa AS. Hadits dari Ibnu Abbas menjelaskan:
“Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang‑orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW. bersabda, ‘Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.’ Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.’ (HR Muslim)”
Pada hari Asyura umat muslim dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 11. Hal ini sebagai pembeda dari puasa yang dikerjakan oleh kaum Yahudi. “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad).
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan “Tahun Baru Islam 2026 tanggal berapa?” adalah Selasa, 16 Juni 2026. Malam pergantian tahun baru Islam dimulai pada matahari terbenam Senin, 15 Juni 2026. Hari 1 Muharram 1448 H menjadi hari libur nasional dan satu‑satunya hari libur dalam rangka Tahun Baru Islam tahun 2026.
Keutamaan bulan Muharram, termasuk pelipatgandaan amalan, puasa terbaik setelah Ramadhan, dan Hari Asyura, menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai momen penting bagi umat. Libur nasional pada 16 Juni 2026 memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menata kembali kehidupan, beribadah, dan merayakan mulanya tahun Hijriah baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
