Penjualan VKTR Naik 56%, Laba Melonjak 1.890%

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Penjualan VKTR Naik 56%, Laba Melonjak 1.890%

Gambar atau konten salah?

Emiten bus listrik milik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 647 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini naik 56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya bisnis kendaraan listrik komersial.

Segmen manufaktur suku cadang perusahaan juga ikut berkontribusi. Pemulihan industri otomotif nasional sepanjang tahun ini menjadi pendorong utama di segmen tersebut.

VKTR membukukan laba usaha Rp 16 miliar. Angka ini melonjak 1.890% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 10 miliar, tumbuh 25% dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama VKTR, A Ardiansyah Bakrie, menyebutkan bahwa kinerja positif ini menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan. "Kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan ketahanan model bisnis VKTR yang didukung oleh pertumbuhan di kedua segmen usaha kami. Selain meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, pemulihan industri otomotif nasional juga turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk komponen otomotif perseroan," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Hingga akhir semester I 2026, total aset VKTR tercatat sebesar Rp 1.849 miliar. Angka ini meningkat 3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Liabilitas perusahaan naik 6% secara year-to-date menjadi Rp 589 miliar. Ekuitas tumbuh 1% year-to-date menjadi Rp 1.260 miliar.

Sepanjang semester I 2026, VKTR terus memperluas penggunaan kendaraan listrik komersial di berbagai segmen. Perusahaan telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Bus-bus ini digunakan untuk mendukung operasional transportasi publik berbasis listrik di Jakarta.

Dengan tambahan ini, total pasokan bus listrik VKTR untuk armada TransJakarta mencapai 152 unit. Jumlah itu setara dengan sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini beroperasi.

VKTR tidak hanya fokus pada transportasi publik. Perusahaan mulai merambah sektor logistik dan operasional korporasi. Pada semester I 2026, VKTR menyelesaikan pengiriman kendaraan listrik transporter untuk perusahaan logistik di Malang, Jawa Timur. Kendaraan ini digunakan untuk kebutuhan armada transportasi antarkota. Selain itu, perusahaan juga mengirimkan unit transporter kepada entitas dalam ekosistem Kelompok Usaha Bakrie.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi VKTR untuk memperluas aplikasi kendaraan listrik komersial di berbagai sektor industri. Perusahaan juga terus memperluas portofolio produknya. Saat ini, VKTR memiliki lini produk yang mencakup bus listrik 8 meter dan 12 meter, baik tipe low floor maupun high floor. Ada juga kendaraan listrik Transporter LOKON, serta berbagai varian truk listrik heavy-duty.

Varian truk listrik tersebut meliputi konfigurasi 6x4 Long Wheelbase, 6x4 Short Wheelbase, 4x2 Medium Wheelbase, hingga Tractor Head 6x4. Semua varian ini dirancang untuk kebutuhan operasional on-road maupun off-road. Portofolio produk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor transportasi publik, logistik, pertambangan, hingga kawasan industri.

Pertumbuhan penjualan VKTR di semester pertama 2026 menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berjalan. Meski masih didominasi oleh sektor transportasi publik seperti TransJakarta, ekspansi ke sektor logistik dan korporasi menandakan bahwa pasar kendaraan listrik mulai meluas. Kontribusi dari segmen suku cadang juga menunjukkan bahwa pemulihan industri otomotif nasional memberikan dampak positif bagi perusahaan.

VKTRpenjualanbus listrikkendaraan listrik komersialsuku cadangTransJakartaBakrie

Komentar

Memuat komentar...